Lembata

Kisah Korban Longsor Ile Ape Bertahan Hidup, Rumah Musnah, Menanti Uluran Tangan Pemkab Lembata

Kepala Desa Amakaka Thomas Tiro mengungkapkan hal ini kepada Tribun Flores.com saat bertemu di Posko LSM Barakat Lamahora, Selasa, 10 Agustus 2021

Editor: hasyim ashari
Tribun Flores.com/Rico Wawo
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday memberikan bantuan secara simbolis kepada warga Ille Ape Lembata 

Jadi mereka merasa terbantu.

"Kalau yang petani itu susah juga, mau beli sayur, beli ikan atau beli air. Jadi harus ada yang dikorbankan. Sekarang ini masih bisa bertahan karena hasil panen, jagung, kacang," kata Thomas Tiro, salah satu saksi mata dahsyatnya bencana banjir dan longsor tiga bulan lalu.

"Kalau uang hasil panen itu tidak ada lagi maka susah juga mau dapat uang dari mana," ungkap Thomas Tiro.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Desa Waimatan Onesimus Betekeneng.

Warga desa Waimatan tersebar di kebun-kebun, rumah keluarga di Lewoleba, di Kecamatan Lebatukan dan di desa Watokobu. 

"Susah air juga. Secara ekonomi memang susah, ada yang harus pulang untuk iris tuak, masak arak supaya mereka bisa dapat uang," ujarnya.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday sudah meminta Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lembata Sipri Meru untuk melakukan koordinasi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi para penyintas bencana yang ada di pondok-pondok.

"Kalau Pemda tidak bisa, ada mitra-mitra kita banyak. Hanya Pemda belum buka suara saja," tandasnya.

Banyak pihak yang mau membantu, kata dia, hanya belum ada penyampaian dari pemerintah.

Secepatnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan para mitra supaya bisa memenuhi kebutuhan air bagi para penyintas. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved