Berita Ngada

Pasutri Korban Banjir di Kampung Malapedho Kabupaten Ngada Belum Ditemukan

Pasangan suami istri korban banjir di Kampung Malapedho,Kecamatan Inerie,Kabupaten Ngada belum ditemukan sampai sampai Sabtu,4 September 2021

Penulis: Gordy | Editor: Egy Moa
Dok. Polres Ngada
Anggota TNI Polri melakukan pencarian korban banjir di Kampung Malapedho, Sabtu 4 September 2021 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Gordi Donovan  

TRIBUN FLORES.COM, KUPANG-Mikael Jeko (40) dan Maria Goreti Dhiu (38), pasangan suami istri (Pasutri) yang  hanyut diseret banjir di Dusun Malapedho C, Desa Inerie Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, sampai Sabtu,4 September 2021 belum ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Kartika, mengatakan pencarian kedua korban masih terus dilakukan melibatkan personil Polres Ngada, Kodim 1625/Ngada, Pemda Ngada dan warga.

Iptu Rai mengatakan, alat berat sudah dikirim ke lokasi musibah untuk membersihkan material banjir. Sedangkan tim lainnya sudah mengevakuasi warga.

Bocah perempuan, Mikla Tuna berusia 4 tahun ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.

Baca juga: Kampung Malapedho di Ngada Diterjang Banjir, Seorang Bocah Meninggal dan Pasutri Belum Ditemukan

  

 

Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun mengalami patah kaki dan sedang mendapat perawatan.

Kepala Desa Inerie, Benediktus Milo, kepada TRIBUN FLORES.COM, Sabtu, 4 September 2021, menjelaskan banjir  bermula ketika hujan lebat hari Jumat, 3 September 2021 sekira pukul 18.00 Wita sampai pukul 22.30 Wita.

Banjir bandang dari kaki Gunung Inerie mengalir deras menghanyutkan sejumlah unit rumah warga.

Baca juga: Perempuan Kelitei di Ngada Bikin Periuk Tanah untuk Menanak Nasi

"Tiga unit dapur rusak berat dan dua unit rumah besar, terdiri dari satu rumah permanen dan satu rumah naja (bambu) juga rusak berat," ujar Benediktus.
Setelah banjir mulai surut, pemerintah desa dan warga setempat dibantu aparat Polri dan TNI melakukan pencarian korban yang hilang.
Benediktus sudah melaporkan bencana alam tersebut kepada BPBD Kabupaten Ngada agar mengirim alat berat guna mencari para korban yang belum ditemukan.
"Sampai dengan saat ini belum ada tim dari kabupaten yang datang. Alat berat juga belum ada. Hanya masyarakat dan TNI Polri yang masih melakukan pencarian," ungkapnya.

Berita Ngada lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved