Berita Ngada
Satu Korban Banjir di Malapedho Ngada Belum Ditemukan
Hari kedua pasca banjir,Jumat malam 3 September 2021 di Desa Inerie satu korban hilang belum ditemukan,meski pencarian diperluas ke laut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pencarian-Korban-Banjir.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUN FLORES.COM, BAJAWA- Sampai hari Minggu 5 September 2021 tim gabungan Basarnas Maumere Ende, PMI TNI Polri dan BPBD Ngada belum menemukan satu korban
banjir di Kampung Malapedho,Desa Inerie,Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada.
Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika mengatakan pencarian terhadap Mikael Jeko belum menemukan hasil.
Jeko merupakan suami dari Maria Goreti Dhiu yang telah ditemukan Sabtu, 4 September 2021.
Lokasi penemuan korban yang sedang hamil lima bulan tak jauh dari rumahnya.
Baca juga: Ibu Hamil 5 Bulan Meninggal Dunia Terseret Banjir di Malapedho Ngada
Sebelumnya bocah perempuan, Mikla Tuna berusia 4 tahun ditemukan beberapa waktu setelah banjir.
"Pencarian hari kedua terus dilakukan, namun korban belum ditemukan," ungkap Iptu Ray.
Dikatakanya,pencarian oleh tim gabungan diperluas sampai ke laut. Tim mendapatkan bantuan dari Basarnas Maumere, Basarnas Ende dan PMI yang tiba semalam.
Kepala Desa Inerie Benediktus Milo kepada TRIBUN FLORES.COM, Sabtu 4 September 2021, mengatakan banjir ini bermula ketika hujan lebat hari Jumat 3 September 2021
sekitar pukul 18.00 Wita sampai pukul 22.30 Wita.
Baca juga: Kampung Malapedho di Ngada Diterjang Banjir, Seorang Bocah Meninggal dan Pasutri Belum Ditemukan
Banjir bandang dari kaki Gunung Inerie ke Kali Waesugi menerjang dan menghanyutkan sejumlah unit rumah warga.
"Tiga unit dapur rusak berat dan dua unit rumah besar, terdiri dari satu rumah permanen dan satu rumah naja (bambu) juga rusak berat," ujar Benediktus.
Setelah banjir mulai surut, pemerintah desa dan warga setempat dibantu aparat Polri dan TNI melakukan pencarian korban yang hilang.