Berita Manggarai Timur
Pemda Manggarai Timur Larang Petani Jual Porang Gelondongan
Tanaman porang makin digandrungi konsumen,Pemda Manggarai Timur menggelar Bimtek menjaga kualitas dan melarang petani menjual gelondongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bimtek-Petani.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM Robert Ropo
TRIBUN FLORES.COM,BORONG- Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur di Pulau Flores terus mendorong petani melakukan budidaya tanaman porang.
Tanaman porang menjadi budaya masyarakat yang harus dijaga kualitasnya.
"Untuk meningkatkan kualitas porang, kita lakukan Bimtek sehingga petani jangan lagi menjual gelondongan.Porang harus memiliki kualitas sehingga ada dampak ekonominya,"kata Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum, Senin 6 September 2021.
Ia mengatakan pembangunan sektor pertanian Manggarai Timur dititik beratkan pada empat sektor,yaitu tanaman pangan, holtikultura,perkebunan dan perternakan.
Baca juga: Difabel dan OGDJ di Manggarai Timur Dapat Sembako di Hari Lahir Partai Demokrat
Menurut Bupati Agas,sektor pertanian merupakan sektor dominan yang menggerakan ekonomi masyarakat Manggarai Timur.
Dalam RPJMD Periode 2019-2024 merupakan pelaksanaan dari misi kedua Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur mengembangkan ekonomi unggulan berbasis pertanian berkelanjutan, pariwisata berbasis masyarakat, industri kecil, koperasi dan UKM serta mewujudkan pembangunan desa berbasis budaya lokal.
Dikatakan Bupati Agas, tanaman porang menjadi salah satu sumber pangan yang dapat tumbuh di wilayah tropis dan sup tropis di Manggarai Timur.
Meski secara umum petani belum mengetahui manfaat nilai tambah dari Porang.
Sentra pengembangan tanaman porang sebelumnya hanya terdapat di Kecamatan Elar dan Kota Komba. Kini telah menyebar merata di seluruh kecamatan.
Kondisi ini menunjukkan animo masyarakat menanam porang dan permintaan pasar sangat tinggi.
“Petani porang harus pahami dengan baik, sehingga pulang dipraktekkan di kebun masing-masing kelompok demi peningkatan kebutuhan ekonomi,” kata Bupati Agas .
Ia juga mengharapkan Bimtek dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan penanganan pasca panen porang serta meningkatkan keterampilan dan memotivasi petani menangkap peluang pengolahan umbi porang.
"Kita harus berpikir kepada produk olahan dari porang ini, supaya nilai ekonomisnya bertambah dan semakin banyak orang yang terlibat dan mendapat manfaat dari komoditi porang ini. Kita memasuki era menjual produk olahan, stop menjual barang mentah,"pintanya.