Kamis, 16 April 2026

Berita Flores Timur

Dana Covid-19 Rp 14 Miliar Jadi Debat Alot Sidang DPRD Flores Timur   

Kejanggalan data pengelolaan dana Covid19 oleh BPBD Flores Timur membuat alot sidang DPRD dengan pemerintah

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Dana Covid-19 Rp 14 Miliar Jadi Debat Alot Sidang DPRD Flores Timur   
Tribun Flores.Com/Amar Ola Keda
Wakil Ketua DPRD Flotim Mathias Werong Enai 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM, LARANTUKA-Rapat gabungan komisi DPRD Flores Timur (Flotim) dengan BPBD sebagai leading sektor mempertanggungjawabkan dana covid-19 tahun 2020 Rp 14 Miliar di Balai Gelekat, Sabtu 11 September 2021.

Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Mathias Enai diskors beberapa kali karena  BPBD tidak mampu menjelaskan rincian data penggunaan anggaran.

Hingga pukul 7.00 WITA sidang kembali dibuka.

Meski demikian BPBD belum mampu menjawab beberapa item belanja.

Baca juga: Buka-Bukaan Pengelolaan Dana Covid19 Bikin Alot Sidang DPRD Flores Timur

Sidang diskors hingga Senin 13 September 2021.

Saling debat Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Flotim, Abdul Razak dengan anggota DPRD Fraksi Gerindra, Raimundus Boli Pehan.

Raimundus mengatakan dokumen yang disajikan BPBD mengada-ada, tidak riil sesuai data yang disajikan. 

"Ini benar-benar mengada-ada karena tidak riil dalam dokumen. Item dan total anggaran juga sama. Jangan pakai pelogisan. Dokumen itu dibuat berdasarkan format link. Jadi Kalau dihitung secara angka matematis dari kesatuan sampai grand total nilainya tetap sama yang selama ini dibahas," ujarnya.

Baca juga: Warga Desa Nawokote di Flores Timur Tempati Tenda Pasca Longsor Gunung Lewotobi

"Saya tidak mengada-ada. Saya basiknya hukum," jawab Abdul Razak.

"Asisten 1 terlalu cepat melogiskan. Maka saya sampaikan itu mengada-ada. Dan itu bagian dari pelogisan. Kalau kita beradiministrasi bukan begitu.Tidak pakai pelogisan. Saya pakai pendasaran. By data dan dokumen. Item, grand totalnya pas, akumulasi anggaran juga pas," sambung Mundus. 

Menurut Mundus, hampir semua item ditemukan kejanggalan bahkan banyak mark up.

"Kejanggalan ini bisa saja janggal input, janggal nota dan lainnya. Sesuai format data yang disajikan, kalau saya mau jujur katakan paling banyak murkup. Ini saya jujur menyampaikan. Kenapa saya bilang murkup, buktinya tadi harga printer yang satuannya seharga Rp 650 ribu yang kalau diakumulasikan hingga Rp26 juta untuk 40 buah tinta warna. Siapa saja yang melihat data ini pasti menyampaikan, ini salah. Termasuk secara administrasi juga salah," katanya.

Baca juga: Gratis Rapid Antigen untuk Seleksi CPNS dan PPK di Flores Timur

Berita Flores Timur lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved