Breaking News:

Berita Sikka

19 Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Disidangkan di Sikka

Selama 20 bulan sejak tahun 2020 sampai bulan Agustus 2021, sebanyak 19 kasus pencabulan anak dibawah umur disidangkan di Pengadilan Negeri Maumere

Editor: Egy Moa
FB KEJARI SIKKA
Pelaksana harian Kajari Sikka, Henderina Malo, S.H, M.Hum,memimpin apel di Kejari Sikka. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Aris Ninu

TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Dalam 20 bulan terhidung sejak tahun 2020 sampai Agustus 2021, kasus tindak pencabulan terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Sikka mencapai 19 kasus.

Dari 19 kasus itu semua telah menjalani proses dan ada vonis majelis hakim PN Maumere. Putusannya bervariasi dari 17 tahun penjara, 13 tahun, 9 tahun dan lima tahun kurungan penjara.

Demikian diungkapkan Pelaksana harian (Plh) Kajari Sikka, Henderina Malo, S.H, M.Hum melalui Kasie Intel Kejari Sikka, Ridha Nurul Ichsan,S.H,Jumat, 8 Oktober 2021 di Maumere.

Ia mengatakan,selama masa penelitian berkas,menyidangkan perkara dan menuntut para terdakwa kasus tindak pidana pencabulan, jaksa selalu memperhatikan fakta dan bukti di persidangan.

Baca juga: Pencabul Anak Kandung Dibekuk Polres Sikka dan Polsek Waigete

Penderitaan korban akibat perbuatan terdakwa menjadi perhatian jaksa dalam menuntut terdakwa.

"Kasus cabul dengan korban anak dibawah umur selalu jadi atensi pihak kejaksaan. Perkara berkaitan dengan anak, jaksa pun selalu bekerja dengan profesional. Di Kejaksaan pun kami menyiapkan tempat bagi anak-anak korban kekerasan saat menunggu proses persidangan. Ada ruangan bagi anak yang menjadi korban.Kami ingin anak-anak yang menjadi korban tidak trauma dan kami beri perhatian khusus," ujar Ridha.

Ia berharap semua pihak di Sikka bersama aparat penegak hukum melakukan sosialisasi agar ke depan kasus kekerasan terhadap anak bisa ditekan dan dikurangi.

Berita Sikka lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved