Berita Ngada
71 Anak Putus Sekolah Ngada Dididik Kecakapan Wirausaha Tenun Ikat
Sejumlah 71 peserta putus sekolah berusia 15-25 tahun asal Kabupaten Ngada menjalani pendidikan kecakapan wirausaha tenun ikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Foto-bersama.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUN FLORES.COM,BAJAWA-Sebanyak 71 peserta putus sekolah berusia 15-25 tahun dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ngada mengikuti pendidikan kecakapan wirausaha (PKW) tenun ikat, mulai 1 November 2021 sampai30 November 2021.
Pelatihan tersebut dilanjutkan di PKBM Mataloko dan di Rumah Indigo Langa untuk teori dan praktek pembuatan tenun ikat.
Kadis Perindustrian Kabupaten Ngada, Ir. Ngiso Godja Laurensius mengatakan pendidikan kecakapan wirausaha tersebut untuk melatih anak usia sekolah yang tidak sekolah atau yang telah lulus sekolah namun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yang berusia antara 15-25 tahun supaya dapat menenun.
Kegiatan tersebut juga diutamakan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk menghasilkan generasi baru penenun untuk menggantikan penenun-penenun usia lanjut serta meningkatkan minat dari generasi muda untuk menekuni kerajinan pembuatan tenun ikat, sehingga dapat meningkatkan wirausahawan-wirausahawan baru di bidang fashion dan membuka lapangan kerja baru.
Baca juga: Desa dan Sekolah di Ngada Diusulkan Dipasang Internet
Dijelaskannya, pembukaan dan pemaparan materi dalam kegiatan PKW tersebut dilaksanakan pada hari pertama dan jari ketiga yang dilakukan secara terpusat untuk semua peserta.
Untuk materi dan praktek pembuatan tenun ikat, para peserta dibagi dua kelompok yang berlokasi di Bravostart Mataloko dan Rumah Tenun Indigo Langa.
"Jumlah mata pelajaran sebanyak 200 JPL dengan pembagiannya 40 persen teori dan 60 persen praktek.
Kegiatan ditutup dengan pameran UMKM," jelasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ngada, Andreas Paru, Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, dan Ketua Dekranasda Ngada, Cecilia Srjiyem, Sekretaris Dekranasda Ngada, Ernes Ralim Pea.
Baca juga: KTH Ngada Terima Hibah Sarana Pengembangan Hasil Hutan, Wagub NTT Ingatkan Jangan Jadi Besi Tua