Breaking News:

Berita Nagekeo

Pemerintah Siapkan Rp 250 Miliar Ganti Rugi Tanah Waduk Lambo

Pemerintah menyediakan anggaran Rp 250 miliar untuk memberikan ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak proyek Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Musyawarah penetapan ganti rugi luas lahan pembangunan Waduk Lambo di Hotel Pepita-Mbay, Senin 8 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY- Pemerintah menyediakan anggaran Rp 250 miliar untuk memberikan ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak proyek Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores.

Lahan masyarakat yang akan terkena dampak tersebar di Desa Labulewa, Kecamatan Aesesa, Desa Rendubutowe di Kecamatan Aesesa Selatan, dan Desa Ulupulu di Kecamatan Nangaroro.

"Negara sudah menyiapkan terkena Rp 250 miliar," kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nagekeo,Dominikus Insantuan, dalam musyawarah ganti rugi lahan pembangunan Waduk Lambo, Senin 8 November 2021. Musyawarah ini dihadiri warga dari desa-desa terkena dampak.

Dari musyawarah ini akan diketahui seperti apa bentuk penetapan ganti kerugian pengadaan tanah pembangunan bendungan. Apakah ganti rugi itu berupa uang atau dalam bentuk ganti tanah.

Baca juga: Dipilih Pimpin ASKAB PSSI Nagekeo, Natalis Fokus Bina Pemain Muda

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, ingin memastikan musyawarah harus berjalan sesuai dengan prosedur yang benar.

Karena itu, Balai Wilayah Sungai  (BWS) NTT harus mempresentasikan kepada masyarakat untuk menghitung luas tanah dengan aparat yang diakui oleh negara. Dasar perhitungan ini untuk mendapatkan data yang real  yang akan dijadikan menggantikan rugi tanah masyarakat.

Don Bosco mengharapkan masyarakat yang merasa keberatan dengan pemerintah, dipersilahkan mengajukan keberatan ke pengadilan, sehingga tidak menghalangi pembangunan proyek strategis nasional tersebut.

"Pilihan terima uang atau tanah, saran saya kepada masyarakat yang terkena dampak sebaiknya terima uang untuk beli lagi tanah, sehingga kedepan dapat tanah di perkotaan dengan nilai investasi kedepannya lebih baik," ungkapnya.

Baca juga: Baru 34,70 Persen Warga Nagekeo Terima Vaksin Dosis Pertama

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved