Berita Flores Timur
Kopra Putih Flores Timur Diekspor ke Eropa dan Asia Selatan
Kabupaten Flores Timur memiliki potensi pertanian yang menjanjikan. Tak hany kelor,sorgum dan kacang mete.Kopra putih menjadi komoditas eksport.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Eksportir-Kopra.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda
TRIBUN FLORES.COM,LARANTUKA-Kabupaten Flores Timur (Flotim) memiliki potensi pertanian yang menjanjikan. Selain, kelor, sorgum dan kacang mete, kopra Flores Timur juga saat ini diincar para exportir untuk diekspor ke Asia Selatan dan Eropa.
Salah satu exportir kopra putih, Suryadi bersama mitra sedang beroperasi di Kelurahan Weri, Kota Larantuka.
Menurut Suryadi, potensi kelapa di Flores Timur menjanjikan. Namun, selama ini petani lokal hanya bertumpu pada kopra asap. Kejadirannya akan fokus mengedukasi petani untuk beralih ke kopra putih yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
"Baru tiga bulan di Flores Timur, tapi saya melihat potensi kelapa sangat banyak. Kita coba beralih ke kopra putih yang akan menjadi komoditi expor yang dibutuhkan negara-negara Asia Selatan dan Eropa. Tujuan kami, bermitra dengan petani lokal mengolah kelapa menjadi kopra putih dengan harapan pendapatan ekonomi petani lebih tinggi," ujarnya saat Bimtek pascapanen pertanian pengelolaan komoditi kelapa dan sorgum di Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Jumat 5 November 2021.
Baca juga: Flores Timur Wakili NTT di Ajang Pemilihan Putra-Putri Kebudayaan Nusantara 2021
Suryadi telah membentuk unit produksi di Kelurahan Weri, Kota Larantuka menjadi tempat produksi sekaligus mengedukasi kelompok usaha petani sebagai mitra.
Selain kopra putih, ada juga limbah kelapa yang diolah menjadi arang yang akan diolah lagi menjadi karbon aktif.
"Kami membeli kelapa yang dikupas dengan harga mahal. Fokusnya di kelapa kecil, yang selama ini dianggap tidak bernilai. Sebulan ini sudah 45 ton yang masuk ke gudang. Target kami 300 ton pertahun, tapi belum bisa dipenuhi baik di Sumatera atau Sulawesi, makanya kami buka unit produksi lagi di Flotim," tandasnya.
Untuk diketahui, lokasi produksi kopra putih ini pernah dikunjungi anggota DPR RI, Ahmad Yohan. Baru-baru ini, lokasi ini juga dikunjungi anggota Komisi IV DPR RI, Julie Laiskodat.