Breaking News:

Berita Sikka

Bendahara Dinas PUPR Sikka Selewengkan Uang Operasional Bendungan Napung Gete Rp 907 Juta

Bendahara pengeluaran Dinas PUPR Kabupaten Sikka, AT diduga menyelewengkan dana operasional tahun Bendungan Napung Gete Rp 907 juta.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/EGY MO'A
Kepala Kejari Maumere, Fahmi, SH, didampingi Kasi Intel, Ridha Nurul Ihsan, dan Kasi Pidsus, Nur Badhie, dalam konferensi pers pengadaan travo RSUD Maumere, dan biaya operasinal Dinas PUPR Sikka, Kamis 18 November 2021 di Maumere. 

TRIBUN FLORES.COM, MAUMERE-Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, Kamis 18 November 2021 mengumumkan penahanan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi di Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Dua orang tersangka, AD dan PL tersandung kasus pengadaan travo 1.000 KVA di RSUD  dr.TC.Hillers Maumere merugikan keuangan negara Rp 890.300.002,64.

Kasus penyimpangan dana operasional tahun 2017-2018 di Dinas PUPR Kabupaten Sikka menyeret AT. Bendahara pengeluaran diduga merugikan keuangan negara Rp 907.379.230.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Maumere, Nur Badhi, menjelaskan  kesimpulan penyidik menemukan dua alat bukti, sehingga status AT semula saksi ditingkatkan menjadi tersangka.

Baca juga: Perempuan Diduga Simpanan Suami Ditonjok ASN Sikka

“Sejak hari Jumat, 5 November 2021, AT ditahan untuk jangka waktu 20 hari,” kata Nur Badhi, mendampingi Kepala Kejaksaan Negeri Maumere, Fahmi, S.H,  dalam konferensi pers di Kejari Maumere, Kamis siang.

Berdasarkan temuan BPK Perwakilan NTT, kata Nur Badhi, penyimpangan dana operasional  Bendungan Napung Gete pada tahun 2017 dan 2018  dilakukan oleh bendahara pengeluaran.

Dikatakannya, berkas perkara kasus ini telah dinyatakan lengkap atau P21 tanggal 12 November 2021. Penyidik  telah menyerahkan barang bukti dan tersangka pada Senin, 15 November 2021.

“Dalam waktu dekat jaksa penuntut umum akan melimpahkan berkas dan tersangka ke Pengadilan Tipikor Kupang,” ujar Nur Badhi.

Baca juga: 11 Bulan Enam Kasus Penganiayaan di Sikka, Tujuh Korban Tewas

Kejari Sikka, Fahmi,  menjelaskan penyidik telah menyita sebidang tanah milik tersangka AT. Tanah tersebut kelak dilelang menutup kerugian negara yang disalahgunakan AT.

“Kami  mengharapkan kerugian negara harus  dikembalikan. Dua tersangka kasus pengadaan travo di RSUD Maumere juga harus  kembalikan kerugian negara,” tegas Fahmi.

Berita Sikka lainnya

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved