Breaking News:

Berita Flores Timur

'Buah Simalakama', Nasib Tenaga Kontrak Daerah Flotim

Menaikan upah tenaga kontrak daerah atau merumahkan mereka menjadi hal dilematis bagi pemerintah Kabupaten Flores Timur.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, melantik pejabat eselon II B, Senin 22 November 2021 di Larantuka. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM, LARANTUKA-Menaikan upah tenaga kontrak daerah atau merumahkan menjadi hal dilematis bagi pemerintah Kabupaten Flores Timur.

"Bagaikan buah simalakama. Ini masalah kita. Mau naikan upah APBD jebol. Mau dirumahkan terjadi pengangguran," kata Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, Senin 23 Novembe 2021.

Ia mengatakan, tenaga kontrak daerah menyedot APBD Rp 55 miliar/tahun. Sesuai penyampaian Bupati Flotim, pada tahun 2022 upah seluruh tenaga kontrak dibiayai Rp 800 ribu/bulan.

Langkah ini untuk menyelamatkan beban APBD yang mengalami defisit Rp 1 miliar untuk membiayai gaji tenaga kontrak.

Baca juga: 12 Kasus Pencabulan Anak di Flores Timur Diajukan ke Pengadilan

"Tahun depan sudah diputuskan bupati untuk APBD 2022 rata-rata, upah tenaga kontrak Rp 800 ribu. PAD kita tahun 2020, Rp 55 miliar untuk biaya tenaga kontrak Rp 56 miliar. Kita defisit Rp 1 miliar," katanya.

Untuk mengatasi persoalan tenaga kontrak, Pemda Flotim harus melakukan win-win solution.

"Dilematis, mau kasih naik beban APBD tinggi, disisi lain kebutuhan daerah seperti infrastruktur, pendidikan kesehatan juga butuh uang. Mau dirumahkan akan terjadi pengangguran, harus dilakukan win-win solution," ungkapnya.

Menurut dia, rencana menurunkan gaji tenaga kontrak itu disesuaikan dengan beban kerja. Penurunan upah, kata dia, harus berbanding lurus dengan beban kerja tenaga kontrak.

Baca juga: Nama Enam Pejabat Eselon II Flotim Dilantik Wakil Bupati Flores Timur

"Jika diturunkan maka harus disesuaikan dengan beban kerja, supaya adil. Jangan melihat penurunan itu sebagai bentuk penyiksaan, toh beban kerjanya juga dturunkan. Sebenarnya itu adil. Pilihan terbaik, turunkan upah mereka sementara waktu, sambil tunggu pemulihan APBD," tutupnya.

Berita Flores Timur lainnya

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved