Breaking News:

Berita Nagekeo

Suku Tegu Bidiau Persoalkan Lahan Pasar Boawae, Boleh Bangun Tapi Pikirkan Hak Kami

Perwakilan Suku Tegu Bidiau, Kecamatan Boawae menemui Bupati Nagekeo,Johannes Don Bosco meminta penyelesaian lahan Pasar Rabu Boawae.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo,Johannes Don Bosco Do bertemu ahli waris tanah Pasar Rabu Boawae di Aula Setda Nagekeo, Senin 22 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Perwakilan Suku Tegu Bidiau, Kecamatan Boawae, Senin 22 November 2021 menemui Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do mempersoalkan status tanah yang menjadi lokasi penataan dan penertiban Pasar Rabu Boawae.

Pertemuan antara warga dengan Bupati Nagekeo di Aula Sekda Nagekeo, ahli waris tanah Pasar Rabu Boawae, Bernadus Lowa mengaku, sebagian tanah di sebelah lapangan olahraga Pasar Boawae sudah diwarisi oleh orangtua kepada mereka, sehingga mereka sudah mengolah lahan tersebut menjadi lahan pertanian dan pemukiman.

Namun saat Camat Boawae bersama tim datang dengan alat berat pada, Jumat 18 November 2021 menggusur lahan untuk melakukan penataan dan penertipan pasar. Mereka merasa keberatan dengan lokasi tanah untuk kepentingan umum.

Mereka mendengar bahwa tanah tersebut sudah sertifikat dimiliki oleh Pemda Nagekeo sejak tahun 1997, sehingga pihaknya datang untuk menyampaikan pikiran tersebut kepada Bupati.

Baca juga: Bupati Nagekeo Tawarkan Dua Opsi Selesaikan Lahan Pasar Boawae

"Mungkin bapak bupati punya cara dan pikiran dari hati bapak bupati yang akan diberikan kepada kami sebagai ahli waris tanah di Pasar Rabu. Pembangunan bisa berjalan tapi pikirkan juga dengan hak-hak kami yang berada di Pasar Rabu Boawae," ujarnya.

Ahli waris lainnya, Hilarius Sugi Uma menjelaskan bahwa tanah Pasar Rabu Boawae adalah tanah milik mereka yang selama ini diabaikan Pemerintah Kcamatan Boawae maupun pemerintah Kabupaten Nagekeo.

Menurut Hilarius, Camat Boawae terdahulu tidak pernah melakukan pendekatan kepada ahli waris sebelum ahli waris menyerahkan tanah tersebut kepada pemerintah pada tahun 1997.

"Pemerintah Kabupaten Nagekeo tidak ada pendekatan dengan kami sebagai pemilik hak ahli waris dan penyerahan tahun 1997 kami tidak dilibatkan oleh pemerintah," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Nagekeo Terima Plakat WTP dari Kementerian Keuangan

Untuk diketahui, masalah ini sudah dimediasi di Kecamatan Boawae, namun belum ada titik temu sehingga persoalan itu dibawah ketingkat kabupaten untuk bahas bersama dengan Bupati Nagekeo.

Pertemuan ini dihadiri Asisten 1 Setda Nagekeo, Emanuel Ndun, Kabag Tata Pemerintahan,Oscar Sina, dan Kabid Pengasetan Nagekeo, Abdullah Latif.

Hadir pula Kepala BKD Nagekeo, Marselinus Lowa, Camat Boawae, Fitalis Bai, Pjs Danramil 1625.03/Boawae Serma Marselinus Uku, Kabag Humas Nagekeo, Silvester Teda Seda, perwakilan ahli waris tanah Pasar Rabu Boawae, Fransiska Dede, Paskalis Mosa dan Leonardus Lowa.

Berita Nagekeo lainnya

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved