Breaking News:

Berita Flores Timur

Sudah Dua Nyawa Warga Flotim Tersengat Listrik,PLN Didesak Bertanggung Jawab

Tewasnya dua warga Flores Timur tersengat aliran listrik, Wakil Bupati Flores Timur, Agus Payong Boli mendesak PT PLN bertanggungjawab.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Wakil Bupati Flores Timur,Agustinus Payong Boli menemui keluarga korban tersengat listrik di Desa Lambunga, Kecamatan Kelubagolit, Adonara, Kamis 26 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM,LARANTUKA-Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Agus Payong Boli mendesa manajemen PT PLN bertanggungjawab secara moril maupun materiil atas kelalaiannya yang menyebabkan dua warga Flotim meninggal tersengat aliran listrik.

"Beberapa waktu lalu warga dari Riangkemie. Hari ini (Kamis,red) anak empat tahun tersengat listrik. Semuanya ini karena kelalaian PLN. Terserah mau mitra PLN yang kerja, intinya PLN wajib hukumnya bertanggung jawab secara moril dan materiil. Nyawa orang jangan main-main. Instruksi keras terhadap PLN. Ini kelalaian kalian membuat nyawa orang lain hilang. PLN wajib bertanggungjawab," tegasnya saat mengunjungi rumah korban di Desa Lambunga, Adonara, Kamis 25 November 2021.

Agus mendesak PLN juga bertanggungjawab terhadap segala kebutuhan keluarga korban, sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan.

"Tidak ada tawar-menawar. Harus ada tanggungjawab sosial. Saya ingatkan PLN Flotim, jangan main-main dengan nyawa orang. Kalian perusaahan negara, dikasih subsidi oleh negara, tugas kalian memastikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Wajib hukumnya. Masyarakat sudah menjalankan tugas membayar biaya pemakaian, tugas kalian melayani masyarakat, bukan mencelakakan orang," ujarnya.

Baca juga: UMK Flores Timur Naik Rp 21 Ribu, UMP NTT Naik Rp 25 Ribu

Ia mendukung keluarga korban segera mengambil langkah hukum melaporkan secara pidana maupun perdata.

"Ini jelas kelalaian PLN. Bisa dituntut secara pidana juga perdata. Jangan main-main. Jangan kibuli masyarakat dengan keterangan akal-akalan," tandasnya.

Ia mendesak PLN segera melakukan perubahan pengelolaan manajerial terhadap daerah-daerah yang berpotensi rawan untuk segera diperbaiki agar jangan ada korban lainnya.

Untuk diketahui bocah empat tahun Khailas Ola asal Desa Lambunga, Kecamatan Kelubagolit tewas tersengat listrik, Kamis 25 November 2021 sekitar pukul 14.00 Wita.

Baca juga: 12 Kasus Pencabulan Anak di Flores Timur Diajukan ke Pengadilan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved