Breaking News:

Berita Manggarai Barat

Digitalisasi Desa Wisata Bukan Hanya Promosi, Paling Utama Narasi Konten

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Shana Fatina mengatakan digitalisasi bukan hanya promosi konten di medsos.

Editor: Egy Moa
ISTIMEWA
Webinar "Membangun Pariwisata Melalui Digital Desa" mendorong penguatan konten desa-desa wisata melalui digital, Selasa 23 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Gecio Viana

TRIBUN FLORES.COM,LABUAN BAJO-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar webinar "Membangun Pariwisata Melalui Digital Desa" mendorong penguatan konten desa-desa wisata melalui digital.

Webinar yang berlangsung pada Selasa 23 November 2021 ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan BPOLBF melalui Direktorat Destinasi selama lima bulan terakhir.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina, mengatakan digitalisasi telah membuka banyak peluang bagi pelaku usaha di masa pandemi Covid-19. Ia berharap peserta Webinar yang mayoritas pengelola desa wisata memaksimalkan momen diskusi mendapatkan pemahaman tentang pentingnya penguatan konten digital.

"Digital ini adalah 'tools' kita selama masa pandemi ini, semuanya go digital. Ini adalah momen yang sangat cocok untuk teman-teman desa wisata menggali lebih banyak dari para narasumber kita," katanya dalam rilis yang diterima, Jumat 26 November 2021.

Baca juga: Kasus Positif Covid19 Manggarai Barat Turun, Wabup Ingatkan Taat Prokes

Shana berharap konten digital yang digunakan para pengelola desa wisata tidak hanya sampai pada penggunaan akun sosial media untuk promosi. Konten yang didigitalisasi harus diperkuat dengan narasi sehingga lebih menarik perhatian para calon wisatawan.

"Digital di sini juga bukan hanya sekadar menjadikan sosial media sebagai tempat promosi, tetapi yang paling penting kita mengisi konten dalam digital itu, sehingga orang tertarik untuk datang, penasaran dan tahu aktivitas apa yang bisa mereka lakukan di desa tersebut. Yang paling akhir dan juga menjadi inti adalah bagaimana membangun narasi dan cerita dari setiap atraksi yang ditawarkan," pinta Shana.

Pada webinar ini, BPOLBF mengundang dua narasumber I Gede Gian Saputra, akademisi dan pendiri PT Banua Wisata Lestari "Godevi" dan Yeremias Jefrisan Aquino, pemilik dan manager Sun Rice Homestay. Keduanya berbagi cerita dan pengalaman dalam mengembangkan desa wisata dengan digital.

Gede Gian Saputra, membagikan ceritanya tentang pengembangan aplikasi Godevi (Go Destination Village) yang ia rintis. Aplikasi ini bertujuan memberdayakan desa wisata melalui konsep sustainability, empowerment, entrepreneurship (SEE) dalam mengemas dan memasarkan paket-paket desa wisata.

Baca juga: Manggarai Barat Akan Patuhi PPKM Level 3 Nataru

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved