Senin, 27 April 2026

Berita Sikka

Mabuk Miras Dikira Tidur di Luar Rumah, Paulus Bunuh Diri di Pohon Gamal

Warga Natarleba Desa Darat Pantai, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka,Paulus Paji ditemukan tak bernyawa lagi di pohon gamal, Kamis malam.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Mabuk Miras Dikira Tidur di Luar Rumah, Paulus Bunuh Diri di Pohon Gamal
ISTIMEWA
Olah TKP kasus bunuh di Natarleba, Desa Darat Pantai, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka oleh aparat Polres Sikka dan Polsek Waigete. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Paulus Paji (32), warga Natarleba, Desa Darat Pantai, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Kamis, 16 Desember 2021 malam ditemukan tak bernyawa lagi di pohon gamal.

Paulus awalnya disangka keluarganya tidur di luar rumah karena mabuk miras. Namun sangkaan keluarga itu ternyata tidak benar.

Pasalnya, saat Lukas, keluarga menyala senter guna mengecek Paulus di luar. Alhasil, Lukas kaget karena Paulus sudah tewas karena bunuh diri di pohon gamal.

Lukas pun sontak kaget lalu berteriak meminta bantuan usai melihat Paulus sudah meregang nyawa dengan cara yang sangat menyedihkan.

Baca juga: Pembunuhan di Sikka; Ditemukan Luka Robek di Sekujur Tubuh

Demikian kejadian bunuh diri di Natarleba, Desa Darat Pantai yang dilaporkan ke Polsek Waigete, Kamis, 16 Desember 2021 malam.

Sesuai hasil keterangan keluarga kepada polisi dijelaskan, kalau pada Kamis tanggal 16 Desember 2021 sekira pukul 19.20 wita, saksi Lukas pulang dari kios Sinar Botang. Sesampainya di TKP Lukas melihat korban yang sementara dalam posisi duduk sehingga ia berpikir kalau kemungkinan korban mabuk minuman keras sehingga duduk di luar rumah.

Lukas pun sempat memegang kaki korban dan memanggil nama agar bisa tidur di dalam rumah. Akan tetapi korban hanya diam saja lalu Lukas menghidupkan senter HP. Lukas pun dibuat kaget karena begitu ia menyala senter HP ia melihat Paulus sudah sudah meregang nyawa di atas pohon gamal.

Lukas pun panik dan memberitahu apa yang ia lihat ke rumah kakak korban.Kemudian kejadian itu disampaikan ke Polsek Waigete dan Polres Sikka.

Baca juga: Penegrian Unipa Indonesia, Bupati Sikka dan DPRD Temui Komisi X DPR RI

Hasil keterangan lain menyebutkan, korban telah dilakukan pemeriksaan/visum luar oleh dokter Puskesmas Watubaing. Menurut keterangan dokter pemeriksa di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Korban pun selama ini menderita cacat karena kaki dan tangan patah setelah pulang dari perantauan. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap korban dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan keluarga korban membuat berita acara penolakan autopsi.

Berita Sikka lainnya

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved