Berita Flores Timur

Perhitungan Suara Tidak Sah,Kades Kolilanang Terpilih Batal Dilantik

Perhitungan suara pemilihan Kepala Desa Kolilanang di Kecamatan Adonara dianggap tidak sah,kepala desa terpilih Ferdinan B.Bain batal dilantik.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Salah satu point keputusan Bupati Flotim terkait sengketa Pilkades Kolilanang 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM,LARANTUKA-Sebanyak 118 desa di Kabupaten Flores Timur (Flotim) telah melakukan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 16 Oktober 2021 lalu. Dari 118 desa itu, sebanyak 12 desa mengajukan sengketa gugatan ke panitia kabupaten.

Informasi yang dihimpun, dari 12 desa itu, ada empat desa yang kepala desa terpilih batal dilantik dan akan diisi dengan penjabat termasuk Desa Kolilanang di Kecamatan Adonara. Hal itu termuat dalam Surat Keputusan Bupati Flotim Nomor 326 Tahun 2021 tentang putusan terhadap sengketa Pilkades Kolilanang pada Pilkades serentak Kabupaten Flores Timur tahun 2021.

Salah satu tokoh muda Desa Kolilanang, Tony Belang mengaku sangat kecewa dengan keputusan bupati yang membatalkan pelantikan Kades terpilih. Pasalnya, materi gugatan salah satu calon masuk sengketa proses, bukan sengketa hasil.

Ia menduga keputusan Bupati Flotim tersebut sudah dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecah-belah keharmonisan masyarakat Desa Kolilanang.

Baca juga: Angin Kencang Rusak Rumah Warga Adonara, Flores Timur

"Ini baru pertama terjadi di RI. Dalam sejarah demokrasi, baru pertama terjadi di Flores Timur gugatan proses bisa membatalkan hasil. Ini sangat disayangkan. Pemda sementara menelanjangi diri sendiri, karena semua aturan teknis penyelenggaraan Pilkades dasarnya ada pada Perda dan Perbup. Tolong ditinjau kembali keputusan," ujarnya kepada wartawan, Minggu 26 Desember 2021.

Sebagai masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya, ia mengaku akan tetap komit pada hasil pemilihan.

"Kami sudah gunakan hal pilih sesuai demokrasi dan menghasilkan pemimpin, tapi faktanya begini. Yang jelas masyarakat tidak mau adanya penjabat. Ini jelas keputusan bupati dipolitisir," tandasnya.

Ketua panitia Pilkades Kolilanang, Karolus Kopong Wulan mengatakan surat keputusan bupati tersebut harus ditinjau ulang karena isi putusannya bertentangan dengan materi gugatan.

"Materi gugatannya tentang sengketa proses atau tahapan, sementara keputusan bupati ini terkait sengketa hasil. Harus ditinjau ulang," tegasnya.

Baca juga: Kodim Flores Timur Wujudkan Mimpi Air di Depan Rumah di Desa Lewobela

Kades terpilih, Ferdinand B. Bain mengatakan keputusan bupati itu sangat merugikan dirinya sebagai salah satu calon. Ia meminta keputusan itu segera ditinjau ulang, sehingga tidak terjadi persoalan di masyarakat.

"Dalam tahapan Pilkades, saya masih menjabat Ketua BPD, sehingga dari pembentukan panitia sampai dalam proses pemilihan tidak ada persoalan. Keputusan ini sangat merugikan saya. Apalagi materi gugatannya bukan sengketa hasil," katanya.

Menurut dia, jika permintaan untuk ditinjau ulang keputusan tidak ditanggapi serius, maka akan ada reaksi keras dari masyarakat.

"Bupati dan panitia kabupaten harus turun jelaskan langsung ke masyarakat. Dilihat dari surat yang saya terima, isi gugatannya lain tanggapan bupatinya lain. Saya merasa sangat dirugikan. Jika kita bekerja berdasarkan aturan maka harus sesuai aturan, jangan keluar dari aturan," tandasnya.

Baca juga: Flores Timur Raih TPAKD Award 2021 Kategori Penyedia Akses Keuangan Wilayah Kepulauan

Sebelumnya, calon Pilkades Kolilanang nomor urut 5, Siprianus Kopong melayangkan gugatan karena ada dugaan kecurangan panitia Pilkades melalui daftar pemilih tetap (DPT).

Pihak calon nomor urut 5 mengklaim mengantongi bukti ada tiga warga dari luar desa Kolilanang juga ikut memberikan hak pilih saat Pilkades serentak, Sabtu 16 Oktober 2021.

Selain tiga warga dari luar desa, juga sebanyak 31 warga yang ada di basis mereka, tidak terakomodir dalam DPT. Gugatan soal DPT ini berujung pada pembatalan pelantikan kepala desa terpilih.

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved