Berita Sikka
Bupati Sikka Ancam Bongkar Proyek Tidak Sesuai RAB
Bupati Sikka,Fransiskus Roberto Diogo mengingatkan rekanan yang mengerjakan poyek dari dana pinjaman daerah memperhatikan mutu pekerjaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kebun-Vanili.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Paket proyek di Kabupaten Sikka yang bersumber dari dana pinjaman daerah sebesar Rp 216 miliar mulai dilaksanakan Pemkab Sikka.
Atas pengerjaan proyek itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si terus memberikan peringatan keras kepada pelaksana proyek.
Bupati Sikka meminta pihak pelaksana harus benar-benar bertanggungjawab dan mengerjakan apa diberikan dengan baik sesuai RAB atau rencana anggaran bangunan.
Jika pengerjaan tidak sesuai rencana maka Bupati Sikka meminta warga melapor kepada dinas teknis agar dibongkar lagi.
Baca juga: Saksikan Keindahan di Teluk Maumere, Dispar Sikka Hadirkan Glass Bottom Boat
Penegasan dan warning Bupati Sikka terungkap saat pengerjaann jalan Hitegera-Tadagahar di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Kamis, 23 Desember 2021.
Yang mana pengerjaan jalan itu ditandai dgn peletakan batu pertama oleh Bupati Sikka di titik nol yakni Higetegera, Desa Watumilok.
Ruas jalan tersebut panjangnya 5 kilometer dan melintasi 4 desa yakni Desa Watumilok, Desa Kokowahor, Desa TanaDuen dan Desa Meken Detun di Kecamatan Kangae .
Anggaran yang digunakan adalah sebesar Rp 3 Miliar lebih yang bersumber dari pinjaman daerah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pelaksana proyek ini adalah CV Golden Road yang dipimpim oleh Hendrik Iwo.
Baca juga: Penegrian Unipa Indonesia, Bupati Sikka dan DPRD Temui Komisi X DPR RI
Bupati Sikka pada kesempatan itu meminta warga agar mengawal proses pembangunan jalan tersebut agar mutunya bagus dan tahan lama.
"Masyarakat yg setiap hari akan lewat di jalan ini. Uang itu juga uang Rakyat. Maka tolong kawal proses pembangunan ini. Jika tidak sesuai RAB, laporkan, kita bongkar," tegas Bupati Sikka.
Wakil Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago ikut hadir dan meletakkan batu kedua. Dalam sambutannya, Us Bapa -sapaan populer Wakil DPRD itu meminta warga guna merelakan tanah atau tanamannya jika mesti dipotong utk urusan jalan ini.
"Tolong relakan, karena itu untuk kepentingan kita bersama," kata Us Bapa.
RD John Bajo, pastor Paroki Ili hadir dan memberkat material bangunan dan proses itu sesaat sebelum Bupati meletakkan batu perdana pembangunannya.