Berita Nagekeo

Perkuat Branding, Dispar Nagekeo Segera Launching Lagu “Nagekeo The Heart of Flores” 

Pemerintah Nagekeo telah melaunching "The Heart of Flores" untuk branding daerahnya beberapa waktu lalu.

Editor: Gordy Donovan
Edy untuk Tribun Flores.Com
Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do bersama tim kreatif persiapan launching lagu The Heart of Flores di Mbay, Desember 2021. 

TRIBUN FLORES.COM | MBAY - Pemerintah Nagekeo telah melaunching "The Heart of Flores" untuk branding daerahnya beberapa waktu lalu.

Setelah me-launching tagline The Heart of Flores, kini Pemerintah Kabupaten Nagekeo mempersiapkan Official Theme Song (lagu tema resmi) untuk memperkuat branding tersebut.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Eddy Due Woi, menjelaskan, Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pariwisata bekerjasama secara profesional dengan tim kreatif untuk merancang konsep dan membuat lagu yang diberi judul sama dengan tagline kabupaten Nagekeo “The Heart of Flores”.

"Dengan mengedepankan 'musik' dan 'nyanyi' sebagai akar budaya masyarakat Nagekeo, yang digunakan secara baik untuk kepentingan Pemasaran Pariwisata, artinya kita telah berupaya melindungi kekayaan bangsa ini. Hal ini sejalan dengan slogan pariwisata Indonesia, sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Pariwisata sebagai sektor kolaborasi, wajib menjaga kelestarian kearifan lokal daerah yang justru sebenarnya adalah daya kekuatan utama pariwisata daerah itu sendiri," ujar Eddy Kamis 30 Desember 2021.

Baca juga: Hanya Dibangun Satu BTS, Nagekeo Tak Masuk Daerah 3T

Kata Eddy, tim tersebut terdiri dari Desy Natalia presenter RRI Ende sebagai konseptor, Luis Thomas Ire sebagai Pencipta & Arrenger, dan Melky Sega sebagai IT Support.

Eddy pun berharap agar semua proses persiapan hingga launching nanti berjalan aman dan lancar. Tentu butuh dukungan semua pihak dalam menyukseskan branding ini.

Sementara itu, Luis Ire, menyebutkan lagu tersebut menceritakan tentang Nagekeo sebagai 'surga' yang terletak di jantung Pulau Flores.

Lagu tersebut berisi pesan To'o Jogho Waga Sama, dimana liriknya dibuat dalam 3 bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, dan Bahasa Inggris, dengan musik aransemen bergenre Neo Tradisi.

Sementara itu, Desy Natalia menyampaikan saat diminta untuk mengkonsepkan lagu tema untuk Kabupaten Nagekeo, dirinya merekomendasikan Ivan Nestorman untuk menyanyikan lagu ini dan Luis Thomas Ire untuk menciptakan dan mengaransemen lagu ini kepada Bupati Nagekeo - dr. Johanes Don Bosko Do.

Alasan dirinya merekomendasikan Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire karena secara musikalitas, dua nama ini sudah tidak diragukan lagi.

Baca juga: Bupati Nagekeo; Tidak Benar Proyek Waduk Lambo Dibatalkan

"Om Ivan dan Luis ini sudah sangat populer di NTT, sering sekali terlibat sebagai men behind the huge project yang dibuat di NTT, salah satunya Flores The Singing Island - program dari Kemeparekraf RI dan lain-lain," jelas Desy.

Desy mengatakan, Ivan Nestorman dan Luis Thomas Ire merupakan local heroes di bidang musik NTT yang punya banyak jasa memajukan musik NTT di kancah nasional bahkan internasional.

Lanjut Desy, sehingga dengan melibatkan dua musisi ini diharapkan lagu ini bisa benar-benar menjadi magnet untuk penikmat musik dan bisa ikut mempopulerkan branding “Nagekeo The Heart of Flores” di tingkat nasional bahkan internasional.

Untuk diketahui, Lagu ini juga nanti akan melibatkan paduan suara dari Nagekeo yaitu DVD Choirs untuk memperindah harmonisasi lagu.
Dalam rencana lagu ini akan di launching pada awal Januari 2022 mendatang. (GG).

Berita Nagekeo Lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved