Breaking News:

Berita Nagekeo

Capaian Vaksin Dosis Desa Raja di Nagekeo Baru 51 Persen, Jubir: Ada yang Terlanjur Mabuk Moke

Capaian vaksinasi dosis pertama untuk warga Desa Raja di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo belum mencapai 100 persen.

Editor: Gordy Donovan
Tribun Flores.Com/ Tommy Mbenu Nulangi
Vaksin: Suasana Pelaksanaan vaksinasi di Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Kamis 6 Januari 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY – Capaian vaksinasi dosis pertama untuk warga Desa Raja di Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo belum mencapai 100 persen.

Kepala Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeny melaporkan pihaknya sudah selesai melaksanakan vaksin dosis I di Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae, Kamis 6 Januari 2022.

"Jumlah target vaksin dosis 1 adalah 100 orang, namun yang berhasil divaksin hanya 51 orang. Target sasaran dosis 2 berjumlah 567, namun yang berhasil divaksin baru 499 orang" jelas Eny melalui Juru Bicara Satgas Pencegahan dan Penanganan covid Kabupaten Nagekeo Silvester Teda, Jumat 7 Januari 2021.

Dijelaskan Silvester, bahwa dari pihak desa, sudah cukup maksimal memberikan pengumuman serta himbauan kepada masyarakat.

Baca juga: Kronologi Bocah 7 Tahun di Nagekeo Ditemukan Tewas, Polisi: Terbawa Arus Air

Namun saat vaksinasi, masih banyak juga warga sasaran yang tidak datang vaksin dengan rupa-rupa alasan.

"Ada juga yang sudah terlanjur ke kebun. Ada pula yang sudah terima vaksin di desa tetangga," jelasnya.

Silvester mengaku, diantara alasan yang ada, muncul alasan lain lagi. Ada warga yang takut jarum.

Ada juga yang tidak mau vaksin karena malam sebelumnya tidak tidur hingga pagi dan ada pula yang terlanjur mabuk moke (konsumsi alkohol).

Menurutnya, kalau alasan tidak tahu jadwal, hal ini bisa diupayakan bersama oleh berbagai pihak untuk sosialisasi dan mobilisasi melalui berbagai saluran media komunikasi yang ada.

"Sedangkan yang tidak mau, mesti ada alasan yang mendasar dan bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi giat vaksinasi ini erat kaitan dengan perlindungan diri warga dan juga orang lain dari ancaman penularan covid-19 termasuk varian baru omicron yang sangat berbahaya," tegasnya.

Baca juga: Bocah 7 Tahun di Nagekeo Ditemukan Tewas, Diduga Terseret Banjir

Silvester meminta supaya tetap datang ke tempat vaksin. Sebab nanti akan ada screening awal oleh petugas medis sebelum diberikan vaksin.

"Jadi tidak boleh ambil keputusan untuk tidak divaksin sebelum ada informasi atau petunjuk resmi dari pihak medis saat screening," ungkapnya.

Berita Nagekeo Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved