Berita Nasional

Anggota KKB Papua Ungkap Motif Polri Bubarkan Satgas Nemangkawi

Sebelumnya, kontak senjata antara KKB Papua dan pasukan TNI - Polri sudah kerap kali terjadi dan memakan korban dari kedua belah pihak.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNEWS.COM
ILUSTRASI - KKB Bakar Sekolah di Papua 

TRIBUN FLORES.COM, PAPUA - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua memandang negatif Operasi Damai Cartenz yang akan digelar Polri.

Diketahui, Operasi Damai Cartenz merupakan pengganti Satgas Nemangkawi yang akan dibubarkan 25 Januari nanti.

Sebelumnya, Polri mengungkapkan Operasi Damai Cartenz punya pendekatan berbeda dengan Satgas Nemangkawi dalam menangani konflik Papua.

Namun, KKB Papua rupanya punya penilaian tersendiri soal motif Polri membubarkan Satgas Nemangkawi dan menggantinya dengan Operasi Damai Cartenz.

Baca juga: Terungkap, Identitas Siswi Pemeran Video Viral di NTT, Pihak SMKN 2 & SMAN 8 Kupang Buka Suara

KKB Papua menegaskan Operasi Damai Cartenz tak akan menyelesaikan konflik di Papua.

Sebelumnya, kontak senjata antara KKB Papua dan pasukan TNI - Polri sudah kerap kali terjadi dan memakan korban dari kedua belah pihak.

Dilansir dari Tribun Palu dalam artikel berjudul KKB Papua Ngotot Angkat Senjata Lawan Operasi Damai Cartenz, Jubir: Itu Hanya Taktik Busuk Jakarta, masa tugas personel TNI - Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi akan segera berakhir.

Sebagai gantinya, TNI-Polri akan membentuk Operasi Damai Cartenz untuk menyelesaikan konflik di Papua.

Operasi Damai Cartenz memiliki fungsi dan pendekatan berbeda dengan Satgas Nemangkawi.

Salah satunya melakukan pembinaan terhadap masyarakat.

Menurut penjelasan Mabes Polri, Operasi Damai Cartenz akan lebih berfokus pada pembinaan untuk kesejahteraan masyarakat.

Namun hal tersebut rupanya tak disambut baik oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Mereka merasa, tidak akan ada perbedaan pendekatan antara Satgas Nemangkawi dan Operasi Damai Cartenz.

Hal itu disampaikan juru bicara KNPB, Ones Suhuniap.

Baca juga: Jokowi Pastikan Kesiapan MotoGP 2022, Bos Dorna Sports Wanti-wanti Tuan Rumah

“Ini hanyalah taktik mengelabui sorotan publik,” kata Ones dalam pernyataan yang disebarkan di media sosial.

Lebih lanjut, Ones menyebut perubahan Satgas Nemangkawi menjadi Operasi Damai Cartenz hanyalah taktik pemerintah Indonesia yang tidak menyelesaikan konflik di Papua.

Menurut Ones, pemerintah Indonesia hanya berusaha menghindari penyelesaian dengan cara politik.

“Tentu saja taktik busuk Jakarta ini sudah diketahui bersama karena hanya mengulangi pola lama,” ujarnya.

Ones pun menyerukan perang melawan Operasi Damai Cartenz yang dibentuk untuk menggantikan Satgas Nemangkawi.

Ia menyebut, KNPB yang mendukung gerakan teroris KKB Papua tidak akan berhenti melawan sebelum Papua lepas dari Indonesia.

“Oleh sebab itu kami menyampaikan kepada rakyat luas agar berdiri bersama dalam barisan perlawanan melawan segelintir oligarki ini,” katanya.

Sebagai informasi, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) adalah organisasi Politik rakyat Papua dan sebuah kelompok masyarakat Papua yang berkampanye untuk kemerdekaan Negara Papua Barat.

KNPB didirikan pada Tahun 1961 dengan nama awal Komite Nasional Papua.

Kemudian pada tahun 2009 berganti nama menjadi Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Diketahui KNPB kerap melakukan pergerakan untuk mendukung KKB Papua. Salah satunya dengan memasok senjata api.

Selain itu, anggota KNPB pernah ditangkap karena melakukan pembunuhan terhadap warga sipil.

Salah satunya Ketua KNPB Maybrat Agus Sori yang ditangkap pada Juli 2020.

Selain itu, KNPB juga terlibat dalam penyerangan Posramil Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat pada September 2021.

Dalam serangan itu, empat prajurit TNI gugur.

Penjelasan Polri

Dilansir dari Kompas.com, Kepolisian Republik Indonesia ( Polri) mengubah Satuan Tugas atau Satgas Nemangkawi menjadi operasi Damai Cartenz 2022.

Satgas Nemangkawi merupakan tim gabungan TNI-Polri yang bertugas menangani situasi keamanan di wilayah Papua.

"Nanti operasi Nemangkawi ini berakhir, dan namanya diganti jadi Operasi Damai Cartenz 2022," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, saat dihubungi Senin (10/1/2022).

Menurut Ramadhan, Satgas Nemangkawi akan berakhir pada 25 Januari 2022.

Kemudian, operasi Damai Cartenz 2022 juga akan dimulai pada tanggal yang sama.

Menurut dia, operasi Damai Cartenz ini akan mengedepankan tiga fungsi, yaitu fungsi intelijen, fungsi pembinaan masyarakat (binmas), dan fungsi humas.

“Intelijen, binmas, humas. Didukung Satgas Preventif dan Satgas Gakkum (penegakan hukum).

Ini enggak dikedepankan, tapi fungsi pendukung,” ujar dia.

Ia menekankan, soal penindakan hukum masih akan dilakukan dalam operasi Damai Cartenz 2022.

Namun, dia menekankan, penindakan hukum tidak akan menjadi hal utama yang dilakukan dalam operasi Damai Catenz.

"Cara bertindak yang dikedepankan dalam Operasi Damai Cartenz ini persuasif dan preemtif," ujar dia.

Sebelumnya, Ramadhan juga pernah meyampaikan bahwa Satgas Nemangkawi akan melakukan cara bertindak dan pendekatan baru yang berbeda.

Ramadhan menyebut pendekatan baru ini akan mengedepankan aspek kesejahteraan agar tidak ada lagi korban kekerasan. 

Berita KKB Papua Lainnya

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co dengan judul KKB Papua Bongkar Motif Polri Bubarkan Satgas Nemangkawi, Nilai Operasi Damai Cartenz Sama Saja

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved