Berita Manggarai

Implementasi Program Pariwisata Holistik, Pastor Paroki St Klaus Kuwu Rapat Terbatas Bersama 6 Kades

Hadir juga mitra paroki dan desa, yakni Yayasan Ayo Indonesia, Kepala Puskesmas Wae Mbeleng dan juga pihak PLN.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-PAROKI ST KLAUS KUWU
RAPAT- Suasana Rapat Terbatas Implementasi Program Pariwisata Holistik di rumah pastoran Paroki St Klaus Kuwu, Selasa 18 Januari 2021. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Pastor Paroki St Klaus Kuwu, Keusukpan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Romo Gabriel Harim, PR bersama 6 Kepala Desa (Kades) di wilayah paroki itu melakukan rapat terbatas.

Hal mengimplementasi program pastoral pariwisata holistik,

Rapat ini bertempat di rumah pastoran Paroki St Klaus Kuwu, Selasa 18 Januari 2021.

Adapun Keenam Kepala Desa yang hadir dalam rapat terbatas tersebut, diantaranya adalah Kepala Desa Compang Namut, Kepala Desa Poco Likang, Kepala Desa Benteng Kuwu, Kepala Desa Pong Murung, Kepala Desa Kakor dan Kepala Desa Bea Kakor.

Baca juga: BREAKING NEWS : 3 Napi Kabur dari Rutan Kelas II B Ruteng, Karutan Sebut Masuk DPO

Hadir juga mitra paroki dan desa, yakni Yayasan Ayo Indonesia, Kepala Puskesmas Wae Mbeleng dan juga pihak PLN.

Pastor Paroki St Klaus Kuwu, Romo Gabriel Harim, Pr, kepada TRIBUNFLORES.COM, Rabu 19 Januari 2022, mengatakan, rapat terbatas ini dibuat selain untuk membahas tentang rencana pelebaran jalan di wilayah paroki St Klaus Kuwu, juga untuk membahas tentang ekesekusi atau implementasi pada tataran Paroki terkait program pastoral pariwisata holistik Tahun 2022.

Romo Gabriel menyebutkan, beberapa diantaranya adalah soal pengembangan situs Gua Maria Golorenda di Wae Kang, wisata 'Ngalor Sua', dan pertanian organik dengan kelompok sasarannya adalah Kelompok Basis Gereja (KBG). Hal ini, tentunya sangat penting mengingat pariwisata juga merupakan medan pastoral dan media pewartaan gereja.

"Berpastoral pariwisata berarti dalam semangat comunio dan misio, semua warga gereja dipanggil untuk menumbuhkembangkan pastoral pariwisata holistik integral dengan partisipasi semua umat dan pemangku kepentingan yang tentunya harus tetap bertumbuh di atas akar budaya lokal atau kearifan lokal masyarakat setempat,"ungkapnya.

Lebih lanjut, Romo Gabriel mengatakan, salah satu titik bidik wisata religius yang ada di wilayah Paroki St Klaus adalah Gua Maria Golo Renda yang terletak di Wae Kang, Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng.

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Dukung Pembentukan BNNK di Labuan Bajo

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved