Berita Sikka

Misionaris Lembata di Paraguay; Undangan Makan Siang Keluarga Cardoso Bikin Betah Pater Kornelis

Misionaris SVD,Pater Kornelis Boli Udjan,SVD telah 20 tahun menjalani tugas di negara Paraguay.Suka dan duka dijalani membuatnya setia dalam panggilan

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/EGY MO'A
Misionaris SVD di Paraguay,Pater Kornelis Boli Udjan,SVD berada di depan Kapela Agung Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Kamis 20 Januari 2022. 

Laporan Wartawan TRIBUN FLORES.COM, Egy Mo’a

TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Akhir bulan November 1995. Frater  Kornelis Dominikus Boli, Udjan, SVD menjejakan kaki pertama kali di Kota Asuncion, ibukota Negara Paraguay di Benua Amerika bagian selatan.

Paraguay adalah sebuah negara di Amerika Selatan yang terkurung daratan  dan berada di dua sisi Sungai Paraguay. Letaknya berbatasan dengan Argentina di sebelah selatan dan barat daya, Brasil di timur laut dan timur dan Bolivia di barat laut. Sebutan lain untuk Paraguay adalah  Corazon de Sudamerica atau Jantung Amerika Selatan. Di negera ini terdapat Sungai Paraguay.

Pater Kornel, rohaniwan asal Kalikasa, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT telah 21 tahun bermisi di Paraguay. Kembali ke Indonesia menjalani cuti, Pater Kornelis membagikan  pengalamannya kepada  Tribunflores,com, menemuinya Kamis 20 Januari 2022 di STFK Ledalaro.

Memulai misinya di sana melaksanakan overseas training program (OTP) atau Tahun Orientasi Pastoral (TOP), satu tahap penjejangan menuju tahbisan imam. Lokasi pelayanan di Itapua,paroki di pedalaman Paraguay.

Ia bercerita, ketika berada di Asuncion, seorang rekan berkata kepadanya, kalau ingin mengenal budaya asli Paraguay pergilah ke pedalaman. Di  sana Anda akan melihat budaya asli orang Paraguay. Tantangan ke sana, karena di kota sudah campuraduk.

Sebagai pendatang baru di Itapua, kehadiran Cornelo, sapaan Pater Kornelis oleh orang Paraguay menjadi pusat perhatian umat yang merayakan misa di suatu hari minggu.

Inilah ujian menjalankan misi di tanah rantau. Bila betah dalam masa OTP, suatu ketika akan kembali lagi ke sana.

“Setelah misa, saya perkenalkan diri. Kehadiran saya disana menarik banyak orang. Ada ada satu keluarga, namanya Cardoso undang saya makan siang. Mereka siap makan seperti pesta. Makan daging. Seperti juga kita di sini, kalau ada tamu baru datang. Sembelih hewan,” kisah Pater Kornelis.

Sukacita dirasakan oleh Pater Kornelis dengan kebaikan keluarga Cardoso. Atas permintaan temannya, Kornelis diminta kembali lagi ke rumah itu sekali waktu.

“Kali kedua (datang) kau lihat biasa-biasa saja. Teman saya mengatakan ketika kau datang pertama  diperlakukan sebagai tamu. Sekarang (datang kedua kali),  kau datang seperti satu keluarga. Jadi kita makan apa yang ada di sana,” ujar Pater Kornelis.

“Ini yang membuat saya tertarik. Mereka terima kita apa adanya. Sebagai bagian dari keluarganya. Jadi kita merasa seperti di rumah sendiri, kita bagian dari mereka,” katanya.

“Budaya Paraguay hampir sama dengan budaya kita. Misionaris yang ke sana, mereka bisa beradaptasi karena itu. Dari situasi keluarga di sana. Pengalaman saya dari sana. Bagaimana mereka menerima kita. Mereka  menerima saya sebagai anak mereka,”kenang Pater Kornelis.

Setahun menjalani OTP di pedalaman Paraguay sampai 1997, Frater Kornelis mendatangi Carony, sebuah wilayah kecamatan dengan tanah subur, belum disentuh pembangunan, jalan juga masih tanah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved