Berita Manggarai Timur

20 Pengecer Pupuk di Manggarai Timur Tandatangan SPJB, Ini Tujuannya

Yohanes juga meminta kepada para pengecer untuk tidak mengumpulkan uang dari para petani baru kemudian melakukan penebusan.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
SOSIALISASI - Kegiatan sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Senin 24 Januari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRRIBUNFLORES.COM, BORONG - Sebanyak 20 pengecer pupuk bersubsidi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Provinsi NTT menandatangi surat perjanjian kerja sama (SPJB) tahun 2022.

Hal ini bertujuan untuk melegalkan penjualan pupuk bersubsidi pada tahun 2022.

Penandatanganan ini berlangsung dalam kegiatan sosialisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang berlangsung di Cafe Kopi Dari Hati Ruteng, Kabupaten Manggarai, Senin 24 Januari 2022.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, Staf Perwakiilan Daerah Penjualan (SPDP) PT Petrokimia Gresik Wilayah Flores, Abidin, Direktur CV Harum Jaya dan PT Harum Jaya Perkasa Selaku Distributor Pupuk Bersubsidi dan non subsidi, Yohanes Suherman, Wakil Direktur CV Harum Jaya dan PT Harum Jaya Perkasa, Elvis Angliwarman, Kepala Penjualan Daerah (KPD) NTT, Moh Shohib; Petugas Penjualan Daerah (PPD), Indrawan Djaelani dan Kepala Bank BNI Cabang Ruteng, Soleman Rimo Soge berserta staf.

Baca juga: BREAKING NEWS : Ikan Hiu Gigit 2 Nelayan Maumere di Sikka Pulau Flores 

 

Yohanes Suherman pada kesempatan itu mengatakan distributor maupun pengecer harus bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan oleh negara untuk menjalankan tugas penyaluran pupuk sesuai aturan-aturan yang berlaku.

Karena itu, Yohanes juga menekankan agar para pengecer wajib menyediakan pupuk untuk kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang diberikan oleh pemerintah dan mengacu pada sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Yohanes juga meminta kepada para pengecer untuk tidak mengumpulkan uang dari para petani baru kemudian melakukan penebusan.

Namun pengecer wajib harus memiliki modal untuk menebus dan menjualnya dan pada saat itulah petani langsung membayar.

Baca juga: Kronologi Kasus Anak Aniaya Ibu Kandung di Mokel Morit Kota Komba Utara Matim, Tulang Rusuk Patah

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved