Berita Manggarai Timur

20 Pengecer Pupuk di Manggarai Timur Tandatangan SPJB, Ini Tujuannya

Yohanes juga meminta kepada para pengecer untuk tidak mengumpulkan uang dari para petani baru kemudian melakukan penebusan.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
SOSIALISASI - Kegiatan sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Senin 24 Januari 2022. 

Terkait harga, kata Yohanes, itu berlaku di seluruh Indonesia dimana harus dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) misalnya, Ponska dibandrol dengan harga Rp115.000 per sak atau Rp2.300 per kilogram sedangkan harga pupuk Urea sebesar Rp2.250 per kilogram, pupuk SP Rp2.400 per kg, pupuk organik Granulan Rp800 per kg. Khusus untuk pupuk organik kemasan berisi 40 kg dengan harga sebesar Rp32.000 per sak.

Baca juga: SG Institute Kunjungi Kebun Irigasi Tetes di Maumere, Ajak Yance Maring Bangun Kolaborasi

"Harga HET adalah harga pembelian petani di kios pengecer,"jelasnya.

Wakil Direktur CV Harum Jaya dan PT Harum Jaya Perkasa, Elvis Angliwarman, menjelaskan, kegiatan Sosialisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Penandatanganan SPJB ini dengan tujuan untuk melegalkan antara distributor dan pengecer melalu surat SPJB pupuk subsidi.

Sehingga pengecer dapat menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan landasan hukum yang jelas.

"Jadi tidak semua pengecer dapat menjual pupuk bersubsidi kalau tanpa adanya SPJB,"terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis, menjelaskan, jumlah petani di Kabupaten Manggarai Timur yang mendapatkan pupuk subsidi pada Tahun 2022 sekitar 29 ribu lebih. Sedangkan untuk tahun 2021 hanya sekitar 26 ribu sekian.

Sedangkan terkait kuota untuk masing-masing kelompok petani, kata Sentis, besaran relatif, tergantung luasan areal dan jumlah petani yang ada.

Baca juga: Tabung Minyak Penjual Gorengan Meledak, Empat Korban Luka Bakar Termasuk Balita

Sentis juga mengakui, kuota pupuk bersubsidi pada setiap tahun menurun. Jumlah alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Manggarai Timur pada Tahun 2022 lebih rendah dari pada tahun 2021 lalu.

"Kayanya terus menurun, nah ini kemungkinan sesuai dengan besaran subsidi yang diberikan oleh pemerintah terhadap pupuk Indonesia. Dari segi alokasi anggaran memang menurun jumlah kuota pupuk subsidi oleh pemerintah,"ungkapnya.

Terkait sering terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, kata Sentis, petani masih membutuhkan subsidi pupuk, karena itu diharapkan program subsidi ini tetap diberikan kepada petani.

Sedangkan dari aspek manajemen perencanaan, pelaksanaan termasuk distribusi pupuk, tentu pemerintah daerah juga memiliki kontribusi untuk memperbaiki sistim yang ada dengan cara pendataan e-RDKK yang akurat sehingga keluhan terkait kelangkaan pupuk bersubsidi terus berkurang.

SPDP PT Petrokimia Gresik Wilayah Flores, Abidin,  menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Manggarai Timur pada Tahun 2022 sebanyak 4069,11 ton meliputi pupuk urea, ZA, SP36, NPK organik, dan pupuk Phonska Oca.

Dikatakannya, penyaluran pupuk bersubsidi ini pada tahun 2022 sudah dimulai sejak awal Januari. Sistem penyalurannya berdasarkan data yang ada di e-RDKK.

Ditanya terkait keluhan warga sering terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi, kata Abdin, pupuk itu sebenarnya tidak langkah, karena alokasi yang disediakan oleh pemerintah.

Baca juga: Siswi SMP di Solor Selatan Flotim Minum Racun Tanaman Berusia 15 Tahun

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved