Berita Ende

SMP Katolik Frateran Ndao Ende Bedah Kurikulum Prototipe dari Kemendikbudristek

Frater Yohanes menyebut, kurikulum prototipe sejauh ini telah diuji cobakan di 2.500 satuan pendidikan penggerak.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ORIS GOTI
WORKSHOP - Frater Yohanes Berchmans, BHK, ketika memberi arahan dalam workshop kurikulum prototipe di SMPK Frateran Ndao Ende, Jumat 21 Januari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Frateran Ndao Ende, membedah Kurikulum Prototipe atau Paradigma Baru dalam workshop yang diadakan beberapa hari lalu.

Frater Yohanes Berchmans, BHK, Kepala SMPK Frateran Ndao Ende, kepada TRIBUNFLORES.COM, menerangkan, workshop tersebut penting mengingat di 2022 - 2024 ada tiga opsi kurikulum yang bisa diterapkan di satuan pendidikan.

"Ini (tiga opsi kurikulum) darinKemente­rian Pendidikan, Kebudaya­an, Riset dan Teknologi (Ke­mendikbudristek)," kata Frater Yohanes, melalui keterangan tertulisnya, Rabu 26 Januari 2022.

Dia menguraikan, tiga opsi kurikulum yang dapat diterapkan di satuan pendidikan dalam pembela­jaran, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (kurtilas yang disederhanakan), dan Ku­rikulum Prototipe.

Baca juga: Mensos Risma Ingatkan Soal Cuaca Ekstrem, Pemanasan Global Membuat Semua Wilayah Berpotensi Bencana

 

Dia menjelaskan, kurikulum prototipe atau paradigma baru menjadi salah satu tambahan opsi, untuk pemulihan atas kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat pandemi covid 19.

Frater Yohanes menyebut, kurikulum prototipe sejauh ini telah diuji cobakan di 2.500 satuan pendidikan penggerak. Dari uji coba tersebut akan dievaluasi.

"Dan konon dtahun 2024 akan dilaksanakan di semua satuan pendidikan, baik sekolah penggerak maupun yang bukan sekolah penggerak, namun sifatnya tidak memaksa," ungkapnya.

Artinya, kata Frater Yohanes, tergantung kesiapan infrastruktur termasuk SDM (Kepala Sekolah, pendidik dan tenaga kependikan, termasuk peserta didik).

"Untuk itu bagi sekolah yang sudah ditetapkan menjadi sekolah penggerak oleh direktur jenderal pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan menengah dan salah satunya adalah SMPK Frateran Ndao, akan melaksanakan pelatihan bagi kepala sekolah dan para pendidik," ungkapnya.

Baca juga: Dimodali Kopdit Obor Mas, Kaur Desa Kolidetung Berdayakan Perempuan Tanam Holtikultura

Menurutnya, dengan pelatihan tersebut, diharapkan dapat lebih memahami esensi atau substansi atau roh atau spirit dari kurikulum prototipe tersebut.

"Dan sambil menunggu pelatihan dari pemerintah, maka kami selaku kepala SMPK Frateran Ndao berusaha secara mandiri merasa perlu melakukan workshop kurikulum prototipe atau paradigma baru," ujarnya.

SMPK Frateran Ndao, kata Frater Yohanes, bekerjasama dengan PT. Penerbit Erlangga cabang Ende menghadirkan narasumber yang berkompeten bapak Dr. Sudayat, M. Pd, seorang pakar pengembangan kurikulum.

Workshop selama dua hari, 20 - 21 Januari 2022. "Memang terasa tidak cukup untuk memahami kurikulum prototipe, namun demikian workshop selama hari sebagai starting point dalam menyonsong kurikulum prototipe," ungkapnya.

Menurut Frater Yohanes, Kurikulum Prototipe memang merupakan kurikulum yang disederhanakan, namun tidak sesederhanakan yang dipikirkan, karena menuntut kreativitas guru dalam berpikir dan bertindak.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved