Berita Manggarai Barat

Pemerintah Manggarai Barat Permudah Investasi di Labuan Bajo

Bupati Mabar, Edistasius Endi mengatakan Peraturan Daerah terkait tata ruang memudahkan ivestasi di ibukota Labuan Bajo.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/GECIO VIANA
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, berada di Mapolres Manggarai Barat (Mabar), Selasa 18 Januari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana.

TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO-Bupati Manggarai Barat (Mabar), Edistasius Endi mengatakan peraturan daerah (Perda) terkait tata ruang di wilayah itu mempermudah investasi di Labuan Bajo.

Hal tersebut disampaikan dalam webinar nasional launching TribunFlores.com bertajuk 'Menarik Investor ke Flores', Kamis 27 Januari 2022.

"Kami sudah punya Perda tata ruang wilayah Nomor 11 Tahun 2022 yang kami tetapkan pada 31 Desember 2021 lalu," katanya.

Sehubungan dengan prospek berinvestasi di Labuan Bajo,bupati yang akrab disapa Edi Endi, Labuan Bajo tidak hanya soal pariwisata.

Dalam Perda tata ruang itu, pemerintah daerah telah menyiapkan wilayah untuk pembangunan energi listrik yang ramah lingkungan, khususnya PLTS di Kecamatan Lembor Selatan dan Kecamatan Welak.

Baca juga: Polres Manggarai Barat Cokok Enam Pelaku Ranmor, Lima Warga Bima, NTB

Bahkan, di Kecamatan Lembor sudah ada investor yang ingin berinvestasi PLTS dengan kapasitas 30 megawatt.

"Mudah-mudahan tahun ini sudah mulai berjalan. Dalam pemaparannya (investor), mereka siap membangun hingga 200 megawatt, yang berasal dari tenaga surya," jelasnya.

Masih terkait tenaga listrik yang ramah lingkungan, akan dilakukan eksplorasi geotermal di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang.

"Kami diinformasikan kapasitasnya kurang lebih 60 megawatt, saat ini tengah dilakukan penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan kami berkeyakinan sudah clear, dan dipertengahan tahun ini,"katanya.

Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Dukung Pembentukan BNNK di Labuan Bajo

Dalam tata ruang pemerintah daerah pun menyiapkan sebuah pulau untuk investasi docking kapal dan ditawarkan dengan sistem bangun, guna, serah (Build, Operate And Transfer-BOT).

"Letaknya (docking kapal), tidak jauh dari Labuan Bajo.Dalam tata ruang kami, kami siapkan untuk membangun pelabuhan untuk menjadi hub perikanan, dan pola yang kami tawarkan adalah BOT, lalu di depan RS Siloam, pemda memiliki lahan cukup luas sekitar 5 ha dan strategis, kami juga mau tawarkan itu BOT," katanya.

Lebih lanjut, dalam tata ruang Manggarai Barat, telah disiapkan area untuk pembangunan hotel yang ramah lingkungan dan berbahan dari kayu.

Pihaknya mendorong agar menggunakan bahan bambu dari desa di Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: Kapal Tenggelam,Dua Warga Kabupaten Manggarai Barat Meninggal Dunia

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved