Berita Nagekeo

Raih Medali, Pelajar di Nagekeo Ini Persembahkan untuk Orangtuanya yang Telah Meninggal Dunia

Empat orang peraih medali perunggu diantaranya tiga untuk bidang matematika dan satu dari bidang bahasa Inggris.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HENDRIKUS
RAIH MEDALI - Hendrikus Yuliano Mite Neu merupakan siswa SMA Swasta St.Fransiskus Xaverius Bowae di Kabupaten Nagekeo. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Hendrikus Yuliano Mite Neu, salah satu dari empat orang siswa Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) St. Fransiskus Xaverius Boawae yang mendapat medali perunggu dalam olimpiade sains nasional Rihand Creative ORC-VI mengaku senang dengan penghargaan tersebut.

Anak yatim piatu dari pasangan almarhum Aris Neu Baltasar Mite Woga dan almarhumah Feninsya Wake Wangu menjadi salah satu dari empat orang peraih medali perunggu.

Kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu 29 Januari 2022 malam, Hendrikus mengaku bahwa, medali perunggu diraihnya itu berdasarkan standar nilai yang sudah ditetapkan oleh panitia pelaksanaan olimpiade tersebut.

Empat orang peraih medali perunggu diantaranya tiga untuk bidang matematika dan satu dari bidang bahasa Inggris.

Baca juga: SMA St. Fransiskus Xaverius Boawae di Nagekeo Raih Penghargaan Tingkat Nasional

 

Atas penghargaan tersebut, Hendrikus mnegaku sangat senang bisa menjadi salah satunya, karena dengan raihan medali perunggu itu, SMAS St. Fransiskus Xaverius Boawae mendapat penghargaan sebagai sekolah berprestasi tingkat nasional.

"Penghargaan ini saya persembahkan buat sekolah, keluarga dan teman-teman saya, teristimewa untuk kedua orang tua saya yang sudah tidak bersama lagi dengan saya di dunia ini," kata Hendrik yang bercita-cita menjadi seorang dokter.

Hendrikus mengaku, sebelum mengikuti perlombaan tersebut, tentu persiapan yang dilakukan adalah persiapan materi melalui proses bimbingan oleh guru mata pelajaran matematika

Sebab menurutnya, penguasaan materi adalah yang utama. Selain penguasaan materi, persiapan mental juga harus siap.

"Dan tidak lupa saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga berdoa kepada kedua orangtua saya yang sudah meninggal," ujarnya.

Dijelaskannya, sekolahnya juga sangat berperan dalam perlombaan ini, terutama memberikan informasi tentang perlombaan ini, melakukan bimbingan dan memfasilitasi kami selama perlombaan.

Baca juga: Wisata Pantai Wairhubing di Maumere Sikka, Tawarkan Sejuta Pesona yang Menakjubkan

"Orangtua juga tentunya mendukung untuk proses belajar serta bimbingan dan tentunya juga senantiasa mendoakan saya untuk mengikuti perlombaan ini," ungkap remaja kelahiran Boawae, 13 Juli 2005 silam.

Sementara itu, tambah Hendrikus teman-teman juga sangat antusias dan mendukung mereka semuanya untuk mengikuti perlombaan tersebut.

"Mereka selalu memberikan semangat untuk kami. Saya juga bersyukur karena tidak ada kendala yang saya alami selama persiapan dan pelaksanaan perlombaan," ujarnya.

Dari perlombaan tersebut, kata Hendrikus, selain mendapatkan medali perunggu dan uang tunai, dirinya bersama dengan peserta lain mendapat hadiah hiburan, voucher TOEFL, dan buku soal.

"Harapan saya untuk kedepannya tetap semangat untuk belajar dan berprestasi, menjadi pribadi yang rendah hati, dan bisa meraih cita cita saya," pungkas remaja pemilik zodiak cancer ini.

Berita Nagekeo Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved