Asrama SLBN Ende Terbakar

Pasca Asrama SLB Negeri Ende Terbakar, Anak SLB Mengeluh : Ibu Kami Lapar

Biasannya, pukul 13.00 Wita mereka sudah makan siang. Namun, hari ini meraka tidak bisa makan tepat waktu, karena asrama mereka terbakar.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM/ORIS GOTI
TERBAKAR - Pembina Asrama SLB Negeri Ende, Yulita Delima Dhamo menangis pasca asrama terbakar, Rabu 2 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ende saat ini sedang menunggu makan siang, Rabu 2 Februari 2022.

Biasannya, pukul 13.00 Wita mereka sudah makan siang. Namun, hari ini meraka tidak bisa makan tepat waktu, karena asrama mereka terbakar.

"Ibu kami lapar," keluh beberapa anak asrama kepada Yulita Delima Dhamo, selaku pembina asrama.

Yulita berusaha menenangkan meraka dan meminta untuk bersabar. Saat ini mereka duduk di halaman asrama.

Baca juga: BREAKING NEWS : Asrama SLB Negeri Ende Terbakar

 

"Ibu sudah suruh guru - guru masak, mereka sementara masak. Sabar e. Nanti kita makan," ungkap Yulita kepada anak - anak.

Pasca api berhasil dipadamkan oleh Damkar, PLN dan warga, pihak BPBD sempat mendatangi asrama. Namun hingga saat ini bantuan belum diturunkan.

Yulita menyebut, pelajar SLB Negeri Ende yang tinggal di asrama tersebut berjumlah 25 orang.

PADAMKAN API - Sebuah mobil dari petugas Damkar Ende sedang berupaya memadamkan api di asrama SLB Negeri Ende, Rabu 2 Februari 2022.
PADAMKAN API - Sebuah mobil dari petugas Damkar Ende sedang berupaya memadamkan api di asrama SLB Negeri Ende, Rabu 2 Februari 2022. (TRIBUNFLORES.COM/ORIS GOTI)

Sebelumnya diberitakan TRIBUNFLORES.COM, sebanyak 25 anak difabel, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ende terancam tidak bisa makan karena asrama mereka terbakar, Rabu 2 Februari 2022.

Kebakaran asrama terjadi pagi tadi sekitar pukul 10.00Wita. Hingga saat ini belum diketahui sebab kebakaran. Pantauan TRIBUNFLORES.COM, kobaran api sudah berhasil dipadamkan.

Baca juga: Asrama SLB Negeri Ende Terbakar, Pembina Menangis, Yulita: Kami Selama Ini Urus Makan Saja Susah

Namun, asrama tersebut saat ini tidak bisa ditempati. Yulita Delima Dhamo, selaku pembina asrama, menangis tersedu - sedu memikirkan nasib anak asrama.

"Ini gedung sudah tua. Kami selama ini urus makan saja susah. Kami hari ini tidak tau mau urus makan anak - anak bagaimana," ujarnya.

Camat Ende Selatan, Gadir Dean, yang hadir di lokasi kejadian, menegaskan, untuk penanganan darurat, BPBD Ende harus segera kirim logistik.

"Kirim makanan dan bangun tenda di sini," tegasnya.

Gadir saat itu langsung menghubungi pihak BPBD. Dia menegaskan, sudah saat ini SLB Negeri Ende ini diberi perhatian lebih.

Berita Asrama SLBN Ende Terbakar Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved