Berita Ende
Bantuan Mengalir ke Asrama SLBN Ende Pasca Kebakaran
Pasca kebakaran melanda Asrama SLB Negeri Ende, Rabu 2 Februari 2022 bantuan dari lembaga dan perorangan mengalir kepada para korban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BANTUAN-KE-SLBN-ENDE.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Oris Goti
TRIBUNFLORES.COM, ENDE-Pasca kebakaran yang menghanguskan Asrama Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ende, bantuan sosial mengalir ke sana.
Bantuan ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Dinas Sosial, salah satu anggota DPRD NTT dari Partai Gerindra, Yadin Pua Rake.
BPBD mendistribusikan tempat tidur dan bantal sesuai jumlah anak-anak asrama sebanyak 25 anak. Dinas Sosial dan Yadin mendistribusikan beras dan mie instan.
Yulita Delima Dhamo kepada TRIBUNFLORES.COM mengatakan bantuan dari Dinas sosial yakni beras dua karung dan mie instan dua dos."Kalau dari DPRD itu beras satu karung dan mie empat dos," ujar Yulita.
Baca juga: Hibahkan Lahan Dibangun Mapolsek Pulau Ende,Rejab Yusuf Terima Penghargaan Polda NTT
Yulita mengatakan untuk sementara mereka tidak lagi tinggal di asrama, tapi tinggal di ruang kelas.
Yulita sempat membagikan sejumlah foto - foto terkini anak - anak asrama. Tampak dalam foto yang dikirim, anak - anak ada yang sudah tertidur pulas.
Sebelumnya diberitakan TRIBUNFLORES.COM, sebanyak 25 anak difabel, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Ende terancam tidak bisa makan karena asrama mereka terbakar, Rabu 2 Februari 2022.
Kebakaran asrama terjadi pagi tadi sekitar pukul 10.00Wita. Hingga saat ini belum diketahui sebab kebakaran. Pantauan TRIBUNFLORES.COM, kobaran api sudah berhasil dipadamkan.
Baca juga: Pasca Asrama SLB Negeri Ende Terbakar, Anak SLB Mengeluh : Ibu Kami Lapar
Namun, asrama tersebut saat ini tidak bisa ditempati. Yulita Delima Dhamo, selaku pembina asrama, menangis tersedu - sedu memikirkan nasib anak asrama.
"Ini gedung sudah tua. Kami selama ini urus makan saja susah. Kami hari ini tidak tau mau urus makan anak - anak bagaimana," ujarnya.
Camat Ende Selatan, Gadir Dean, yang hadir di lokasi kejadian, menegaskan, untuk penanganan darurat, BPBD Ende harus segera kirim logistik. "Kirim makanan dan bangun tenda di sini," tegasnya.
Gadir saat itu langsung menghubungi pihak BPBD. Dia menegaskan, sudah saat ini SLB Negeri Ende ini diberi perhatian lebih.
Yulita sempat kewalahan mengurus makan bagi anak - anak, akibat kebarakan tersebut.
Baca juga: Asrama SLB Negeri Ende Terbakar, Sudah 29 Tahun Belum Pernah Rehab, Pembina: Susah Setengah Mati
Biasannya, pukul 13.00 Wita mereka sudah makan siang. Namun, hari ini meraka tidak bisa makan tepat waktu.
"Ibu kami lapar," keluh beberapa anak asrama kepada Yulita Delima Dhamo, selaku pembina asrama.
Yulita berusaha menenangkan meraka dan meminta untuk bersabar. Saat ini mereka duduk di halaman asrama.
"Ibu sudah suruh guru - guru masak, mereka sementara masak. Sabar e. Nanti kita makan," ungkap Yulita kepada anak - anak.