Aksi Tak Senonoh di Matim

Bocah Disabilitas di Matim Jadi Korban Aksi Tak Senonoh, Ini Respon Bupati Manggarai Timur

Bocah tersebut diketahui seorang penyandang disabilitas, Tuna Runggu Wicara (tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar).

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, SH.,M.Hum. 

Herman mengatakan, kasus dugaan aksi tak senonoh terhadap bocah berusia sekitar 3 tahun lebih itu terjadi sekitar dua Minggu lalu.

Pelakunya berinisial I berusia sekitar 20 tahun keatas yang merupakan tetangga korban.

Korban sendiri, kata Herman, penyandang disabilitas.

Dikatakan Herman, usai kejadian, orang tua korban langsung melaporkan ke polisi dan saat ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian.

Dikatakan Herman, polisi telah mendatangi rumah terduga pelaku dan sudah dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

Meski demikian, klata Herman, terduga pelaku itu belum ditahan.

"Terduga pelaku itu dimintai keterangan di Polisi, lalu sorenya dikembalikan ke rumah," ungkap Herman.

Karena itu, kata Herman, orang tua korban mendatangi rumahnya guna menanyakan mengapa pelaku tidak ditahan.

"Kita ini bukan profesional dalam bidang hukum, tapi yang saya tau, kalau belum cukup bukti untuk mentersangkakan seseorang, maka yang bersangkutan belum bisa ditahan,"ungkap Herman.

Menurut pengakuan orang tua korban, bahwa hasil visum bagian sensitif korban robek.

"Saya tanya bagaimana dengan visum di rumah sakit, dan dia (orang tua korban) bilang itu sudah rusak, sudah dinyatakan rusak. Tapi saya pikir ini keterangan dari orang tua korban, yang pastinya kita belum tahu,"ungkapnya. (*)

Berita Aksi Tak Senonoh di Matim Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved