Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Pemasukan Pajak Kendaraan Tahun 2021 di Manggarai Timur Tidak Capai Target

Birman juga mengungkapkan alasanya sehingga pemasukan dari pajak kendaraan tidak mencapai target.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO
BERI KETERANGAN - Kepala UPTD Pendapatan Wilayah Kabupaten Manggarai Timur Birman Biru, S.Sos (kiri) sedang memberikan keterangan, Selasa 8 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Tahun 2021 lalu, target penerimaan pajak kendaraan UPTD Pendapatan Wilayah Kabupaten Manggarai Timur tidak mencapai target.

Dari target yang diberikan hampir mencapai Rp 25 miliar, pemasukan hanya mencapai Rp 9 miliar.

Kepala UPTD Pendapatan Wilayah Kabupaten Manggarai Timur Birman Biru, S.Sos, menjelaskan, pajak kendaraan pada Tahun 2021 ditargetkan hampir mencapai Rp 25 miliar.

Namun realisasinya hanya mencapai lebih dari Rp 9 miliar atau tidak mencapai 1 persen.

Baca juga: Satgas Damai Cartenz Bekuk Wakil Komandan KKB Papua, Ini Catatan Kasus Enos Tipigau di Intan Jaya

 

Birman juga mengungkapkan alasanya sehingga pemasukan dari pajak kendaraan tidak mencapai target.

Kata dia, hal ini dikarena persoalan nasional dimana pandemi Covid-19, dan juga banyak wajib pajak yang belum memahami terkait pajak.

Sedangkan pada tahun 2022, jelas Birman pihaknya mimiliki target mencapai Rp 21 miliar. Dan pada bulan Januari 2022 lalu pihaknya sudah memperoleh pemasukan pajak kendaraan mencapai Rp 900 juta.

"Target kita Rp 21 miliar tahun 2022 ini. Bulan Januari 2022 kemarin, insyaallah kita sudah mendapat realiasi Rp 943 juta atau 4,44 persen. Tahun lalu itu tidak sampai 1 persen,"ujar Birman kepada TRIBUNFLORES.COM Selasa 8 Februari 2022.

Untuk mencapai target, bahakan melampaui target, kata Birman, pihaknya akan secara rutin melakukan razia pajak kendaraan baik plat merah maupun plat hitam. Pihaknya akan melakukan razia secara rutin pada setiap bulan.

"Bulan ini pada tanggal 21 kita akan melakukan razia bekerja sama dengan kepolisian,"ungkapnya.

Dikatakan Birman, kendaraan plat merah/kendaraan dinas wajib membayar pajak. Pemeriksaan kendaraan dinas itu dilakukan guna mengecek terkait pembayaran pajak apakah sudah dibayar atau ada tunggakan.

Birman juga mengatakan, sejauh ini kendaraan dinas selalu membayar pajak, namun sebagian tidak membayar pajak. Karena itu, pihaknya melakukan razia untuk pemeriksaan pajak kendaraan dinas baik mobil maupun sepeda motor. (*)

Berita Manggarai Timur Lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved