Jumat, 8 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini, Pengalaman akan Tuhan Sangat Menguatkan Kita

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini, Pengalaman akan Tuhan Sangat Menguatkan Kita
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER FREDY
Pater Fredy Jehadin,SVD dari Novisiat SVD, Kuwu, Manggarai, Ruteng, Flores NTT. 

Oleh: Pater Fredy Jehadin,SVD

TRIBUNFLORES.COM - Simak renungan Katolik edisi hari ini, Kamis 17 Agustus 2022.

Bacaan Pertama, Yakobus: 2: 1 - 9

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikanNya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Kerjasama dengan Orang Sakit Mendatangkan Kebahagiaan dan Keselamatan

 

Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan? Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang olehNya kamu menjadi milik Allah? Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Syukur Kepada Allah

INJIL MARKUS
8: 27 - 33

Kemudian Yesus beserta murid-muridNya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-muridNya, kataNya: "Kata orang, siapakah Aku ini?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia. Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.

Hal ini dikatakanNya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-muridNya Ia memarahi Petrus, kataNya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

SIRAMAN ROHANI

Tema: Pengalaman Akan Tuhan Sangat Menguatkan Kita!

Markus 8:27 – 33
 
Saudara-saudari, saya ingat seorang teman. Sesudah berkotbah dia selalu bertanya: Bagaimana kotbahnya? Maksudnya agar dia tahu reaksi dan pendapat orang tentang kortbahnya. Rupanya Yesus juga punya kerinduan, mau mendengar pendapat orang tentang Dia.

Karena itu Dia bertanya kepada murid-muridNya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” Para murid-Nya menjawab: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”  Sesudah mendengar jawaban para murid tentang pendapat orang tentang Dia, Yesus tidak mempersoalkan salah benarnya pendapat mereka. Dia tenang saja.

Kemudian Dia juga mau mendengar bagaimana pendapat dari para RasulNya, yang selalu ada bersama Dia. KataNya: “Tetapi apa kata-mu, siapakah Aku ini?”  Petrus, mewakili para murid yang lain, menjawab: “Engkau adalah Mesias!” Karena jawaban Petrus itu benar, maka Yesus melarang para muridNya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

Mengapa jangan memberitahukan kepada siapa-siapa? Supaya jangan terjadi keributan dan kekacauan di antara para pendengar, apalagi di kalangan orang Yahudi.

Karena pada waktu itu mereka masih merindukan kedatangan Mesias, Orang yang dijanjikan Allah datang untuk membebaskan bangsa pilihan dari jajahan bangsa lain, pembebasan secara politis, secara jasmani.

Untuk menyiapkan pikiran dan hati para muridNya tentang Mesias sesungguhnya, Yesus mulai mengajar mereka tentang Anak Manusia, tentang Mesias, tentang DiriNya. Katanya kepada mereka: “Änak manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh, dan bangkit.” Mendengar kata-kata Yesus, Petrus langsung bereaksi negatip.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Hidup Jujur dan Berpegang Teguh pada Perintah Tuhan

Ia menarik Yesus ke samping. Tanggapan Petrus itu sesungguhnya bertentangan dengan maksud kedatangan Mesias. Karena itu Yesus berkata kepada Petrus: Enyahlah Iblis! Sebab engkau tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia. 

Saudara-saudari, kita sudah mendengar pendapat orang banyak dan para Rasul tentang Anak Manusia, tentang Yesus Kristus.

Bagaimana dengan kita, yang adalah murid-murid Kristus juga? Apa pendapat kita? Siapakah Yesus Kristus menurut pengalaman pribadi kita? Apakah kita sudah mengalami dan merasakan kedekatan dengan Yesus Kristus? Apakah kita sudah mengalami pengalaman yang sangat konkrit dengan Kristus? Bagaimana pengalaman itu mempengaruhi kehidupan kita sampai saat ini dan seterusnya?

Sesudah mengalami Kristus secara pribadi, maka saya berani katakan bahwa Dia adalah Saudara dan Tuhanku, yang selalu menolong saya di saat saya sangat membutuhkan bantuan. Dalam keadaan tidak berdaya, Dia selalu tampil memberi saya kekuatan dan kemampuan untuk maju terus.

Pengalaman iman inilah yang selalu menguatkan saya untuk berlangkah maju melayani Dia dan umatNya. Secara pribadi saya punya begitu banyak pengalaman yang sangat menarik dengan Yesus entah soal perampokan, entah soal sakit, entah soal bantuan finansial. Pengalaman – pengalaman itu menguatkan saya bagaimana Yesus selalu membantu saya dalam saat-saat yang sangat yang membutuhkan.

Marilah saudara-saudari, kita berdoa semoga Tuhan selalu meneguhkan iman kita, agar kita tetap setia mengikuti Dia dan bertanggungjawab menjalankan perintahNya.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

Baca renungan Katolik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved