Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Rusak Fasilitas Sekolah, 2 Siswa SMA di Matim Dikeluarkan dari Sekolah, Ini Kata Kepsek

Tetapi, dengan prosedur cukup panjang dan secara terpaksa memutuskan untuk mengembalikan kedua siswa itu ke orang tua masing-masing.

Editor: Gordy Donovan
Rusak Fasilitas Sekolah, 2 Siswa SMA di Matim Dikeluarkan dari Sekolah, Ini Kata Kepsek
TRIBUNFLORES.COM/HO-VIRAL DI MEDSOS
DIKELUARKAN - Sebuah surat Kepala SMA Negeri 5 Kota Komba yang menyatakan dua siswa yang merusak fasilitas sekolah dikeluarkan dari sekolah, Februari 2022.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Dua orang siswa berinisial YAS dan YMR, SMA Negeri 5 Kota Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikeluarkan dari sekolah itu karena diduga merusak fasilitas sekolah yakni saklar lampu.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 5 Kota Komba, Marselinus Junardi, S.Pd ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, Rabu 16 Frebuari 2022, menjelaskan, pihaknya tidak serta merta mengeluarkan siswa karena merusak saklar lampu.

Tetapi, dengan prosedur cukup panjang dan secara terpaksa memutuskan untuk mengembalikan kedua siswa itu ke orang tua masing-masing.

Marselinus juga menjelaskan kronologinya kejadian itu. Bermula dari tanggal 14 Desember 2021. Ketika itu kedua siswa yang dikeluarkan itu melakukan pengrusakan saklar di dalam ruang kelas mereka.

Baca juga: Polisi Ringkus 3 Pelaku Pencurian di Manggarai

 

Kemudian, bidang kesiswaan memberi pembinaan secara lisan dan menyepakati untuk memperbaiki saklar dimaksud. Namun sampai dengan tanggal 22 Januari 2022, saklar yang dirusak tidak kunjung diperbaiki sehingga sekolah mengeluarkan surat panggilan orang tua untuk membicarakan secara bersama terkait permasalahan yang dilakukan oleh anak mereka di sekolah.

Surat panggilan tersebut juga terkait masalah, ancaman verbal kepada guru tertentu bahwa mereka akan memukulnya, bolos jam sekolah, merusak fasilitas sekolah (saklar), sering mengganggu teman sekelas, selalu membantah nasihat guru dan sering datang terlambat.

Dari panggilan itu, orang tua kedua siswa tersebut pada tanggal 24 Januari 2022 menghadap ke sekolah. Dari pembicaraan dengan kaur kesiswaan dan wakil kepala sekolah memutuskan sejumlah poin, pertama, pihak sekolah bersama orang tua bersepakat kedua anak ini tetap dipertahankan untuk bersekolah di SMAN 5 Kota Komba.

Kedua, pihak sekolah dan orang tua siswa bersepakat untuk lebih memperhatikan serta mengawasi perilaku peserta didik baik di sekolah maupun di rumah.

Baca juga: Hama Tikus Serang Padi dan Jagung di Maumere, Ini Respon Kadis Pertanian Sikka

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved