Pembangunan Waduk Lambo

Kades Labolewa Gelar Pertemuan Bersama Tokoh Adat Bahas Waduk Lambo, Ini 9 Hasil Kesepakatan

Desa Labolewa yang telah mengarah pada konflik sosial antar warga karena hadirnya proyek strategis nasional pembangunan waduk Mbay/Lambo diwilayah.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/PATRIANUS MEO DJAWA
MUSYAWARAH - Suasana musyawarah adat di Balai Desa Labolewa untuk mengantisipasi potensi konfik sosial antar warga akibat hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Waduk Mbay/Lambo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 18 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Kepala Desa Labolewa, Marselinus Ladho mengundang sejumlah instansi melakukan pertemuan di Kantor Desa Labolewa, Kabupaten Nagekeo, Jumat, 18 Februari 2022.

Dalam surat undangan yang dikeluarkan Pemdes Labolewa, Rabu 16 Februari 2022, Kades Marselinus mengundang Kapolres Nagekeo, Babinsa Desa Labolewa, para kepala Dusun, para fungsionaris adat Labo-Kawa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) II Nusa Tenggara dan Konsultan pengawas pembangunan bendungan Mbay/Lambo.

Tujuannya adalah untuk membahas mengenai keadaan di Desa Labolewa yang telah mengarah pada konflik sosial antar warga karena hadirnya proyek strategis nasional pembangunan waduk Mbay/Lambo diwilayah itu.

Baca juga: Kisah Petani di Flores, Habis Tanam Padi Air Tidak Ada

Pertemuan itu menghasilkan 9 point kesepakatan yang isinya adalah:

1. Aktivitas pengukuran dan dan pembukaan jalan di atas ulayat Lambo disetujui untuk dilakukan.

2. Terhadap ganti rugi ganti kerugian tanam tubuh akan dilakukan terlebih dahulu sebelum penggusuran dimulai.

3. Kompensasi atas lahan tanah akan dibayarkan pada tahap ketiga setelah adanya penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur NTT dan pengukuran resmi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nagekeo.

4. Tempat ritual adat dan kuburan leluhur akan dilakukan upaya dan solusi terbaik oleh semua pihak melalui pembangunan tanggul untuk tempat ritual adat sedangkan kuburan leluhur akan dipindahkan di tempat yang telah ditentukan.


5. Persoalan atas kepemilikan lahan ulayat terhadap 82 orang yang telah dilaporkan ke Polres Nagekeo akan diselesaikan secara bersama di Mapolres Nagekeo yang difasilitasi oleh Kapolres Nagekeo dan jajaran.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved