Berita Ende

Cerita Pastor di Pedalaman Ende, Lihat Siswa Bertaruh Nyawa Melintas Sungai Lowolaka

Sungai Lowolaka yang lebarnya mencapai 90 Meter itu, memisahkan beberapa kampung di Desa Fataatu Timur.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ORIS GOTI
MELINTASI SUNGAI - Anak - anak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Niosanggo, Desa Fataatu Timur,Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, harus bertaruh nyawa melintasi sungai Lowolaka, Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Anak - anak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Niosanggo, Desa Fataatu Timur,Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, harus bertaruh nyawa melintasi sungai Lowolaka untuk bisa sampai ke sekolah mereka.

Sungai Lowolaka yang lebarnya mencapai 90 Meter itu, memisahkan beberapa kampung di Desa Fataatu Timur.

Sungai Lowolaka menjadi satu - satunya akses menantang untuk mobilitas warga, kendaraan dan ternak. Tidak ada akses jembatan atau jalan alternatif.

Arus sungai Lowolaka susah diprediksi, kadang tenang tetapi bisa tiba - tiba menjadi sangat deras. Ketinggian air pun berubah - ubah, bergantung pada curah hujan.

Baca juga: Menurun Partisipasi Masyarakat Ngada Vaksinasi Tahap Kedua

 

Ketika arus deras anak - anak sekolah terpaksa meliburkan diri. Mereka harus menunggu arus sungai benar-benar kembali tenang untuk bisa bersekolah.

Anak-anak biasa berangkat dari rumah mengenakan pakaian biasa. Setelah sampai di seberang, barulah mereka ganti pakaian biasa dengan seragam.

Anak - anak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Niosanggo
ANAK SD - Anak - anak Sekolah Dasar Inpres (SDI) Niosanggo, Desa Fataatu Timur,Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Jumat 25 Februari 2022.

Kejadian arus sungai menyeret anak-anak, warga atau kendaraan sudah kerap terjadi. Ini biasa terjadi saat hujan di hulu. Arus sungai berubah menjadi deras sementara mereka belum mencapai tepi sungai.

Beruntung, di sepanjang bantaran Sungai Lowolaka, banyak permukiman warga, sehingga warga yang terseret biasanya cepat tertolong.

Baca juga: Banjir Kepung Reo, Perahu Nelayan di TPI Reo Tenggelam

RD. Engki Sama, Pastor Paroki Persiapan Santo Mateus Lowumbangga, yang wilayahnya juga mencakup Fatuata Timur, prihatin dengan situasi yang dihadapi anak - anak sekolah dan warga.

BANJIR - Warga di pedalaman Ende saat melintas di Sungai Lowolaka, Jumat 25 Februari 2022.
BANJIR - Warga di pedalaman Ende saat melintas di Sungai Lowolaka, Jumat 25 Februari 2022. (TRIBUNFLORES.COM/ORIS GOTI)

Dia sendiri mengalami bagaimana harus melintasi Sungai Lowolaka untuk memberi pelayanan kepada umat. Namun sebagai gembala umat RD. Engki tidak putus asa. Dia tetap semangat melayani.

Dia juga berharap agar pemerintah Kabupaten Ende, membangun jembatan.

Menurutnya, pembagunan di Kabupaten Ende harus merata sehingga masyarakat bisa memperoleh akses pendidikan, infrastruktur, kesehatan dengan lebih baik.

Berita Ende Lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved