Berita Manggarai Barat
DWP Kabupaten Batu Bara Studi Tiru Tenun Ikat di Manggarai Barat
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) melakukan studi tiru pengembangan tenun ikat di Manggarai Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GERAI-FORLAVIVIAN.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mengunjungi Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Jumat 4 Maret 2011.
Penasehat DWP Kabupaten Batu Bara, Ny Maya Indriasari Zahir mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka studi tiru pengembangan produksi tenun ikat, dan kreativitas lain milik UMKM DWP Kabupaten Mabar.
Ny Maya Indriasari Zahir mengungkapkan kekagumannya atas berbagai ragam motif tenun ikat NTT juga kreativitas lainnya yang dipajang di beberapa gerai penjualan yang ada di Labuan Bajo.
Pada kesempatan itu, Ny Maya Indriasari Zahir beserta rombongan menyempatkan diri berkunjung beberapa sentra produksi tenun ikat. Bahkan membeli beberapa kain dan kerajinan lainnya untuk dijadikan oleh-oleh.
Baca juga: Mantan Bupati Manggarai Barat Tolak Dieksekusi 9 Tahun Penjara
"Ini merupakan kesempatan baik untuk saling berbagi pengalaman sekaligus ajang silaturahmi bagi kami," katanya.
Ketua Dharmawanita Kabupaten Manggarai Barat, Ny Fatinci Reynilda mengatakan antusiasnya atas kunjungan tersebut.
"Hari ini merupakan hari yang sangat luar biasa bagi Dharma wanita Kabupaten Manggarai Barat atas kunjungan DWP Kabupaten Batubara," katanya.
Dirinya bersama anggota DWP Mabar, mengarahkan rombongan mengunjungi beberapa UMKM, centra produksi tenun ikat yang ada di seputaran kota Labuan Bajo.
Kunjungan hari itu diantaranya, Gerai Forlavivian milik Wati Ontong di Desa Batu Cermin dan Komodo Gift Shop milik Candi Mayangsari Latubatara.
Baca juga: Warga Tolak Geothermal Wae Sano Bawa Hasil Bumi Bertemu Bupati Manggarai Barat
Keduanya merupakan anggota DWP Kabupaten Mabar yang bergerak di tenun ikat. Selain itu, juga mengunjungi Pegiat tenun ikat di Rumah Tenun Baku Peduli di kota tersebut.
Dirinya berharap, agar output dari kunjungan hari itu, dapat menjalin kerjasama dalam bertukar ide dan gagasan di bidang kerajinan, budaya dan kreativitas lainnya.