Perempuan Tewas di Pohon Asam

Warga di Sikka Tewas di Pohon Asam, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Sementara sejumlah warga berkerumun di tkp. Pihak keluarga juga tampak sibuk mengevakuasi jenazah.

Editor: Gordy
TRIBUNFLORES.COM/NOFRI FUKA
TKP - Suasana di TKP kasus perempuan tewas di pohon asam di Dusun Kopong Desa Kopong Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka, Minggu 13 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - EN (41) warga dusun Kopong Desa Kopong Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka ditemukan sudah tak bernyawa di pohon asam depan rumahnya, Minggu 13 Maret 2022 pagi.

Kapolsek Kewapante, Iptu Yance Yauri Kadiaman, SH bersama sejumlah anggota langsung menuju ke TKP.

Iptu Yance menjelaskan piket SPKT Polsek Kewapante mendapat laporan dari pihak Pemerintahan Desa Kopong bahwa ada kejadian meninggalnya salah seorang warga di Kampung Gloir, RT 05 RW 003, Dusun Kopong, Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Minggu 12 Maret 2022 sekitar pukul 06.50 wita.

Baca juga: BREAKING NEWS : Seorang Perempuan di Sikka Ditemukan Tewas di Pohon Asam

 

"Korban atas nama Elisabeth Noni (41) di Kampung Gloir, RT 05 RW 003 Dusun Kopong, Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka," ujar Iptu Yance saat dijumpai TRIBUNFLORES.COM Minggu siang.

Ia menjelaskan, yang melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian adalah pihak pemerintahan Desa Kopong dan saksi atas nama Aloysius Lado (77) dan Florianus Gego (39) .

"Bahwa Benar menurut keterangan bapak kandung Aloysius Lado, bahwa telah terjadi peristiwa gantung diri, bertempat di Kampung Gloir, RT 05 RW 003, Dusun Kopong, Desa Kopong, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Minggu 13 Maret 2022 pukul 03.00 wita,"ungkapnya.

Lanjutnya, yang mana sebelum kejadian pada hari Sabtu tanggal 12 Maret 2022 pukul 13.00, AL (77) yang adalah bapak kandung korban menyuruh korban untuk makan, namun korban tidak mau lalu masuk ke kamar dan tidur.

Baca juga: Seorang Warga Sikka Tewas di Pohon Asam, Ini Pengakuan Ayah Kandung Korban

"Pada pukul 02.00 wita ( dinihari) , bapak kandung korban kembali menyuruh korban untuk makan tetapi korban tetap bersih keras tidak mau makan, sehingga bapak kandung korban masuk kamar dan tidur," ujar dia.

Terkait kronologi lanjutan kejadiannya, ia mengungkapkan, pada hari Minggu tanggal 13 Maret 2022 sekitar pukul 06.30 wita saat Bapak kandung korban AL (77) bangun dari tidur dan memindahkan ternak kambing dikebun dekat rumah, ia melihat Korban sudah dalam keadaan tergantung di pohon asam depan rumah (pinggir jalan rabat) dengan ketinggian dari dahan pohon asam ke tanah adalah 2,95 meter, dan korban meninggal dunia.

Ia bersama Kanit Intelkam, Kanit Reskrim dan Kanit SPKT Polsek Kewapante bersama anggota Polsek Kewapante dan Tim Inafis Polres Sikka mendatangi TKP dan melakukan olah TKP, serta telah dilakukan visum luar oleh Dokter Puskesmas Kewapante bersama Team Inafis Polres Sikka.

Hasil visum luar terhadap korban, berdasarkan penjelasan Kapolsek Kewapante, dan melalui koordinasi dengan dokter Anita menyatakan bahwa, dari hasil Visum luar dokter Puskesmas Kewapante terhadap korban tidak terdapat tanda tanda kekerasan.

Baca juga: Kisah Aloysius, Korban Ingin Jadi Perawat Namun Keluarga Tak Mampu

Kata dia, peristiwa gantung diri tersebut sebagai suatu musibah dan keluarga korban menyatakan tidak akan melanjutkan ke autopsi atau proses hukum lain, dengan membuat surat pernyataan dan ditandatangani oleh keluarga korban.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved