Berita Ngada

Dinas Sosial Kabupaten Ngada Tanpa Bansos Selama 2 Tahun

Selama ini, kata Martinus, warga Ngada sepenuhnya bergantung pada Bansos dari Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
BERI KETERSNGAN - Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Bencana, Kabupaten Ngada, Martinus Palo 

Laporan Reporter Tribunflores.com, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan, selama tahun 2021 hingga tahun 2022 tidak ada warga Kabupaten Ngada yang mendapat bantuan sosial (BANSOS) yang bersumber dari Dinas Sosial Kabupaten Ngada.

Penghapusan Bansos kepada masyarakat Ngada, menurut Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Bencana
dikarekan sejumlah mata anggaran Bansos telah dialihkan untuk penangan Covid-19.

" Untuk rencana Bansos tahun 2022 ini tidak ada bansos. Selama ini yang mungkin terdengar diluar kalau dinas sosial ada Bansos itu bantuan dari Kementerian Sosial saja dalam kaitan dengan bantuan PKH dan BPNT saja," ujar Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Penanganan Bencana, Kabupaten Ngada, Martinus Palo kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin, 21 Maret 2022.

Baca juga: Tahun Ketiga, Perayaan Semana Santa di Larantuka 2022 Dibatalkan

 

Selama ini, kata Martinus, warga Ngada sepenuhnya bergantung pada Bansos dari Kementrian Sosial Republik Indonesia.

Bantuan Kemensos menyasar kepada pada penerima manfaat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 7658 kepala kekuarga dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada keluarga penerima Manfaat yang tersebar di 152 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Ngada.

"Yang tadi pak sebut Raskin, sudah bukan lagi Raskin namanya sudah ke BPNT, Bantuan Pangan Non Tunai tapi itu berupa sembako tapi itu dari Kementerian sedangkan kewajiban kami disini kami hanya mendampingi saja. Bantuan itu langsung ke penerima manfaat," lanjut Martinus.

BPNT sendiri diberikan dalam bentuk sembako seperti beras, telur dan bahan protein lainnya senilai Rp 200 ribu untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Tahapan pembelanjaannya dilakukan melalui toko - toko sembako disetiap wilayah dengan menggunakan sistem E-warung.(cr3).

Berita Ngada lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved