Berita Maumere

Tenda di Pasar Alok Maumere Ditertibkan, Pedagang Mengeluh, Ini Respon Kabid Perdagangan

Namun demikian, hal lain disampaikan oleh salah satu pedagang, Marianus Yoseph Pehang (48).

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA
BERI PENJELASAN - Pedagang di Pasar Alok, Marianus Yoseph Pehang (48), sedang menjelaskan akar persoalan yang terjadi di Pasar Alok, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Rabu 24 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Polemik yang selama ini menjadi keluhan banyak orang terkait pasar Alok yang belum rapi akhirnya mulai terjawab.

Jawaban itu, berupa proses eksekusi beberapa tenda. Tenda tersebut dibongkar oleh dinas Perdagangan Kabupaten Sikka pada 15 Maret 2022 hingga hari ini 24 Maret 2022 dan beberapa waktu yang akan datang.

Kabid Perdagangan Sikka, Tzu Babys, kepada TribunFlores.Com, menyampaikan, penertiban ini bertujuan menciptakan iklim yang kondusif bagi para pengguna pasar di Sikka ini.

Baca juga: Bupati Flores Timur Bilang Guru Sertifikasi Tak Berhak Terima TPP

 

"Pembongkaran tenda ini, untuk merapikan dan memperluas akses keluar masuk bagi pengguna pasar, karena selama ini selalu saja ada kemacetan di area-area ini," katanya.

Namun demikian, hal lain disampaikan oleh salah satu pedagang, Marianus Yoseph Pehang (48).

Ia mengungkapkan akar persoalan sesungguhnya adalah kehadiran para penjual yang tempatnya belum diatur dengan baik sehingga akhirnya menciptakan kepadatan yang berimbas pada ketakrapihan dan kemacetan dalam pasar.

Hal pertama yang Marianus ungkapkan adalah para pengendara bermotor umumnya tak menggunakan tempat parkir yang disediakan melainkan menggunakan motor maupun mobil berkeliling dalam pasar.

Baca juga: Kasus Penyerangan Rumah Warga, Kades Nusanipa di Flores Timur Dituntut 8 Bulan Penjara

"Hal ini tentunya menciptakan kepadatan karena, selain padat manusianya juga pada kendaannya," ujar pedagang yang khusus menjual lombok ini.

Poin yang kedua, Marianus mengungkapkan kehadiran para pedagang yang biasa disebut "papalele" turut menciptakan ketakrapihan dalam pasar.

Sebab, menurutnya, tempat yang biasa digunakan oleh para pedagang lokal sering ditempati oleh mereka, sebab para pedagang lokal umumnya hanya berjualan sampai siang dan setelah itu papalele datang berjualan di tempat mereka.

Hal ini berlangsung terus menerus sehingga pada akhirnya pedagang lokal maupun pengecer tersingkir, dan akhirnya mereka harus pindah ke pinggir jalan untuk berjualan.

Poin yang ketiga yakni, para pedagang pengecer berjualan berdampingan dengan para pedagang yang dikatakan memproduksi barang dagangan oleh karena itu dikarenakan barang mereka banyak maka mereka menjual dengan harga murah, dan para pedagang pengecer otomatis dagangannya kurang laku sebab harga mereka lebih tinggi untuk menghindari kerugian.

Baca juga: Pedagang Pasar Alok Mengeluh Tenda Jualan Dibongkar, Rugi Belasan Juta

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved