Sinode II Keuskupan Maumere
Mgr.Edwaldus Martinus Sedu; Sinode Bahas Masalah Kita dan Diri kita
Umat Keuskupan Maumere di Pulau Flores akhirnya menyelenggarakan Sinode II yang dicanangkan Jumat 25 Maret 2022 di Gereja Katedral Maumere.
Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/MEMBERI-KETERANGAN.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Sempat tertunda dua tahun karena pandemi Covid-19, umat Keuskupan Maumere di Pulau Flores, Provinsi NTT akhirnya memasuki agenda besar menyelenggarakan Sinode II tahun 2022.
Pencanangan Sinode II diawali perayaan ekaristi di Gereja Katedral Santo Yosef Maumere, Jumat 25 Maret 2022 pukul 10.00 Wita dipimpin Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu.
Memasuki momentum ini, Mgr.Edwaldus mengajak semua umat keuskupan bersama-sama bergerak dan berjuang ke depan, menumbuhkan keinginan bersama menyukseskan atau terlibat dalam sinode ini.
“Memang hanya sebagian umat akan ikut dalam pencanangan ini, dan da banyak juga yang tidak bisa ikut dan kurang mendengar.Kita harapkan pastor paroki dan komunikasi sosial keuskupan bisa mengkomunikasikan,” pinta Mgr.Edwaldus, ditemui Tim Humas dan Dokumentasi Sinode II, Kamis petang 24 Maret 2022.
Baca juga: PT Krisrama Keuskupan Maumere Buka Suara Penanaman Pilar di Lahan Eks HGU Talibura
Ia menegaskan, sinode membicarakan masalah tentang diri kita sendiri sebagai umat Keuskupan Maumere yang dimulai dengan pencanangan Kamis siang ini.
“Saya harapkan semua umat terlibat. Dalam proses ke depan,kita akan terlibat dalam evaluasi program dan kegiatan dari tingkat komunitas basis, stasi, paroki sampai ke tingkat keuskupan,”kata Mgr.Edwaldus.
Dikatakannya, yang akan dibahas dalam sinode tentang kehidupan gereja di Keuskupan Maumere, tentang semua umat Katolik di wilayah ini.
“Kita bicara tentang diri kita dan kebutuhan kita depan.Kita sama-sama berjuang menyusun program dan kegiatan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan kita depan,” ujar Mgr. Edwaldus.
Baca juga: Puluhan Tahun Jual Ikan di Pinggir Jalan, Merson Sering Dikejar Satpol PP Sikka
Mantan Vikjen Keuskupan Maumere menggarisbawahi pembahasan dalam sinode bukan mendiskusikan keinginan uskup dan pastor paroki, tetapi kepentingan semua umat.
Preses Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret ini juga menaruh optimisme sinode akan suskes. Sebab, menurutnya umat Keuskupan Maumere sudah punya pengalaman menjalankan kegiatan akbar.
Ketika masih berastus Kevikepan Maumere,Keuskupan Agung Ende, umat di wilayah ini sudah sering terlibat dan sukses menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di regional tingkat Nusa Tenggara bahkan nasional. Semangat solider, saling membantu satu sama lain bahkan sampai pembiayaan,meski kecil selalu ada.
“Jadi saya rasa optimis sekali. Kemampuan mengorganisasi itu luar biasa di Keuskupan Maumere. Imam, awam,biarawan/i, convic atau seminari-seminari.Kita lihat bersama-sama dan goal-nya untuk kebaikan,” kata Mgr.Edwaldus.
Baca juga: Penyandang Disabilitas di Sikka Butuh Kursi Roda
Mgr. Edwaldus mengatakan, perjalanan Sinode II erat kaitanya dengan Sinode I di masa kegembalaan Mgr. (emeritus) Gerulfus Cherubiem Pareira, SVD.
“Ketika itu saya menjadi Preses Ritapiret, namun juga sebagi Dewan Konsultoris Keuskupan Maumere. Ketika merancang Sinode I, konsultoris selalu dilibatkan dalam pembicaraan. Dan juga sebagai Preses Ritapiret ex oficio menjadi anggota konsultores Keuskupan Maumere,” imbuh Mgr.Ewaldus.