Breaking News:

Berita Manggarai Barat

Polres Mabar Kembalikan 10 Motor dan 10 Ton Minyak Goreng, 16 Unit Sepeda Motor Masih Ditahan

Sejumlah 10 ton minyak goreng dan 10 unit sepeda motor dari keseluruhan 26 unit ditahan Polres Mabar akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya.

Editor: Egy Moa
Personel kepolisian mengamankan barang bukti sepeda motor diduga tanpa dokumen di Mapolres Mabar, Jumat 25 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Sejumlah 10 unit sepeda motor dan 10 ton minyak goreng  dikembalikan Polres Manggarai Barat (Mabar) kepada pemiliknya, Sabtu 26 Maret 2022.

Sebelumnya, minyak goreng dan 10 motor tersebut merupakan bagian dari 26 motor yang diamankan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo, Jumat 25 Maret, karena diduga tidak memiliki dokumen. 

"Dari hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari 26 sepeda motor, ditemukan ada beberapa kendaraan yang memiliki surat-surat, salah satunya BPKB, jadi hari ini kendaraan yang surat-suratnya lengkap kami kembalikan ke pemilik atau pihak yang menguasai barang ini," kata Kasat Reskrim Polres Mabar, Iptu Yoga Dharma Susanto melalui Kanit Pidum, Aipda I Putu Airawan. 

Terkait minyak goreng, lanjut dia, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perindustrian Kabupaten Mabar, minyak tersebut tidak ada permasalahan dokumen dan laik edar.

Baca juga: Polres Manggarai Barat Limpahkan Berkas Kasus Minyak Tanah

Sedangkan 16 unit sepeda motor lainnya, Satreskrim Polres Mabar akan melakukan pendalaman dan menunggu pihak yang mengaku memiliki kendaraan tersebut, dibuktikan dengan dokumen kepemilikan. 

"Kalau ada masyarakat yang memiliki dokumen yang sah, silahkan datang dan kami akan lakukan pengecekan dan kalau sesuai, kami akan kembalikan ke pemiliknya yang sah," jelasnya. 

Pihaknya juga mengimbau agar pengusaha atau pihak lainnya yang hendak mengirimkan barang dari luar daerah agar tidak mengalami kendala administrasi. 

"Supaya tidak merugikan pemilik barang," katanya.

Baca juga: Warga Nisar Tagih Janji Pemda Manggarai Barat Bangun Jembatan

Sementara itu, Theodorus Tombong (56) menyanyangkan minyak goreng yang diamankan Lanal Labuan Bajo maupun Polres Mabar. Menurut Theodorus, pihaknya telah mengantongi dokumen, malah diduga melakukan penyelundupan minyak goreng. 

"Penyesalan bagi saya itu bagi perusahaan saya, minyak goreng yang disebarkan dengan kata-kata penyelundupan yang menjadi penyesalan perusahaan saya, jadi tolong bapak wartawan agar merevisi kata-kata itu," katanya.

Minyak goreng tersebut, terbagi di dua truk ekspedisi dari Surabaya dan akan dibawa ke Kabupaten Manggarai Barat. Pihaknya juga mendukung langkah kepolisian dalam dugaan kasus tersebut. 

Namun demikian, Theodorus berharap agar adanya personel kepolisian di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo.

Baca juga: Tanah Bergerak di Nampar Macing Manggarai Barat, 1 Rumah Rusak Berat 200 Jiwa Hidup Terancam

"Sehingga lebih jelas tangani hal yang sama, jangan sampai seperti kemarin, kami diseret ke sana ke sini tapi hasil akhir tetap ke kepolisian. Polisi harus ada di setiap pelabuhan," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, Polres Manggarai Barat (Mabar) melakukan penyelidikan 26 motor yang tidak memiliki dokumen dari Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Jumat 25 Maret 2022.

Puluhan kendaraan yang menggunakan mobil ekspedisi itu diamankan saat tiba di Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo. 

Berita Manggarai Barat lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved