Berita Ngada

Anak Pensiunan Polisi di Ngada Diduga Aniaya Warga, Terduga Pelaku Belum Ditahan

Mereka trauma setelah kasus menimpa Salvator Amor Sadipun yang diduga menjadi korban penganiyaan.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNNEWS.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
BERI KETERANGAN : Salvator Amor Sadipun (31) saat diwawancarai TRIBUNFLORES.COM, terkait kasus penganiayaan dirumahnya, Selasa, 29 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Salvator Amor Sadipun (31) dan keluarganya sudah hampir lima hari dilanda rasa takut.

Mereka trauma setelah kasus menimpa Salvator Amor Sadipun yang diduga menjadi korban penganiyaan.

Salvator Amor Sadipun melaporkan insiden penganiayaan yang menimpanya ke Polsek Soa, Kamis 24 Maret 2022, hingga kini Polisi belum melakukan penahanan terhadap terduga para pelaku.

Baca juga: Rekapitulasi DPB Bulan Maret, KPU Flotim Coret 176 Pemilih dari DPT Pemilu 2019

 

Salvator Amor Sadipun merupakan warga RT 01, Dusun Nangge-Wulabhara, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang berprofesi sebagai petani.

Pada hari Kamis, 24 Maret 2022, dia mengaku telah dianiaya oleh dua orang kakak beradik didalam rumahnya sendiri, sekitar pukul 12:30 Wita.

Saat diwawancarai TRIBUNFLORES.COM, dirumahnya, Selasa 29 Maret 2022, Salvator Amor Sadipun menceritakan awal mula hingga dirinya dianiaya.

Dikisahkan, kejadian pnenganiyaan terhadapnya bermula ketika rumahnya didatangi empat orang pemuda, Kamis, 24 Maret 2022.

Namun hanya dua dari empat pemuda itu yang dia kenali yakni AN dan AL, kakak beradik kandung asal Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada. Ayah AN dan AL adalah seorang pensiunan Polisi.

Baca juga: BMKG Ruteng Minta Media Massa Berkolaborasi Sebarkan Informasi Resmi Terkait Bencana

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved