Berita Manggarai Barat

Fenomena Pergerakan Tanah Ancam 114 KK di Manggarai Barat, Ini Kata Kepala BPBD Mabar

Bukan saja di Desa Persiapan Benteng Tado, kata Ovan, namun di beberapa pemukiman warga di Kecamatan Sano Nggoang.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/GECIO VIANA
BERI PENJELASAN - Kepala BPBD Mabar, Ovan Adu, usai kunjungan ke lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Wae Munting Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang, Sabtu 2 April 2022 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) masih menunggu Bupati Mabar, Edi Endi untuk meneken surat status bencana fenomena pergerakan tanah di wilayah paling ujung Pulau Flores ini.

Kepala BPBD Mabar, Ovan Adu usai kunjungan ke lokasi bencana pergerakan tanah di Kampung Wae Munting Desa Persiapan Benteng Tado, Kecamatan Sano Nggoang, Sabtu 2 April 2022 menegaskan, pihaknya sudah mengajukan surat ke bupati.

"Dalam proses, pak bupati masih di Kupang, surat sudah di bagian hukum," katanya.

Baca juga: Flori Mentot Terpilih Kembali sebagai Ketua DPP St. Mikael Kumba di Manggarai

 

Ovan menjelaskan, dengan adanya penetapan status bencana oleh bupati, maka memudahkan kerja antar instansi pemerintah serta pemberian bantuan bagi masyarakat.

"Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat sini, jadi bantuan dapat datang dari mana saja, tapi status ini harus kita tetapkan. Pemda punya tugas untuk itu," ujarnya.

Namun demikian, pihaknya telah melakukan kaji cepat dan mitigasi fenomena pergerakan tanah yang mengancam 114 kepala keluarga di Kampung Wae Munting dan Kampung Dange.

"Pak bupati sudah sampaikan secara lisan untuk melakukan evakuasi, mitigasi bencana. Dan sudah pasti ini bencana, tinggal administrasi saja," katanya.

Baca juga: Rumah Warga di Sikka Diterjang Longsor, Yovita: Kami Tinggal di Pondok Milik Orang

Lebih lanjut, pihaknya juga telah bersurat ke BNPB untuk meminta tim pakar geologi untuk melakukan kajian dan penelitian terkait fenomena pergerakan tanah.

Bukan saja di Desa Persiapan Benteng Tado, kata Ovan, namun di beberapa pemukiman warga di Kecamatan Sano Nggoang.

"Kami sudah bersurat ke BNPB untuk minta tenaga geologi agar 2 anak kampung ini untuk direkomendasikan apakah kejadian ini sifatnya insidental, ataukah masyarakat direlokasi ke tempat yang nyaman dan aman untuk masyarakat," katanya.

Ovan mengklaim, tim pakar geologi dalam waktu dekat akan tiba di Labuan Bajo, dan langsung melakukan kajian fenomena pergerakan tanah tersebut.

"Mereka lagi bentuk tim untuk turun," katanya. (*)

Berita Manggarai Barat lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved