Senin, 18 Mei 2026

Berita Lembata

Langit Jingga Film dan Upaya Merawat Kebudayaan di Lembata

Langit Jingga Film menggelar kongres perdana di Aula Perpustakaan Daerah, Kota Lewoleba, Minggu, 2 April 2022.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Langit Jingga Film dan Upaya Merawat Kebudayaan di Lembata
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Langit Jingga Film menggelar kongres perdana di Aula Perpustakaan Daerah, Kota Lewoleba, Minggu, 2 April 2022.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Langit Jingga Film menggelar kongres perdana di Aula Perpustakaan Daerah, Kota Lewoleba, Minggu, 2 April 2022.

Kongres tersebut diharapkan bisa menjadi langkah maju komunitas tersebut berkarya di bumi Lembata. Dukungan supaya Langit Jingga Film tetap berkarya merawat kebudayaan di Lembata datang dari para undangan yang menghadiri kongres.

Ketua LBH SIKAP Lembata, Juprians Lamabelawa menganggap kongres itu merupakan  momentum bersejarah untuk tanah Lembata bahwa ada kelompok kreatif yang memiliki visi dan gagasan yang sama dan berkumpul dalam satu komunitas.

“Kelompok kreatif seperti ini di kota kota besar banyak tapi di kampung kita masih sangat jarang, apalagi Langit Jingga sudah ikuti tren kemajuan teknologi dan mendokumentasikan budaya melalui film,” pesan Lamabelawa.

Baca juga: Setahun Lembata Diterjang Banjir, Pengungsi Tempati Perumahan Relokasi

Dia berharap Langit Jingga Film bisa terus eksis, melahirkan banyak ide kreatif dan ikut merawat kebudayaan di Lembata.

“Membangun itu mudah tapi merawat lebih susah,” ungkapnya.

Sekretaris AMA Lembata, Natsir Tuantanah, juga mengapresiasi keberadaan Langit Jingga Film di Lembata yang mengusung spirit pelestarian budaya. Menurut dia, budaya itu ibarat seorang ibu. Semua ilmu yang didapat di sekolah akan sia sia kalau di dalam diri tidak ada integritas kebudayaan.

Natsir menerangkan, AMA Lembata membuka diri, siap untuk berkolaborasi dan mendukung, bergerak bersama Langit Jingga Film jika dibutuhkan dalam karya dan semua upaya pelestarian budaya di Lembata.

“Selama langit masih biru, langit jingga tetap ada untuk selamanya,” katanya.

Baca juga: Sisa Masa Jabatan Dua Bulan, Bupati Lembata Fokus Rampungkan Dana PEN

Sejumlah pegiat seni, aktivis, jurnalis dan pemerhati perempuan juga hadir dalam acara tersebut di antaranya seniman Yos Waleng, pemerhati perempuan Nurhayati Kasman, jurnalis TVRI Andri Atagoran, Ketua IKA Wanted, Gucek Making dan jurnalis Tribun Flores Ricko Blues.

Mereka berharap Langit Jingga Film bisa menjadi suluh bagi anak muda dalam upaya pemajuan dan pelestarian kebudayaan melalui karya seni.

Anggota Langit Jingga Film Abdul Gafur Sarabiti, berujar kongres perdana tersebut merupakan suatu langkah maju bagi komunitas karena membuktikan komitmen mereka dalam berkarya.  

Dia sangat berharap kongres perdana ini bisa menjadi momentum awal bagaimana inisiasi program-program kolaboratif mulai dikelola secara profesional.

Baca juga: Di Lembata, Kematian Ibu Melahirkan 26 Kasus dan Kematian Bayi 23 Kasus

“Langkah-langkah memajukan ekosistem film dan kebudayaan harapannya bisa lebih terukur dan tepat,” tandasnya.

Berita Lembata lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved