Berita Flores Timur

Rela Tinggalkan 6 Anak, Seorang Ibu di Flotim Malah Jadi Korban Dugaan Trafficking Calo PJTKI

Kali ini, ibu enam anak asal kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Katarina Kewa Kolin turut jadi korban sindikat PJTKI ilegal.

Editor: Gordy Donovan
Dokumen Garda BMI Flotim
DIAMANKAN - Vero Langkamau, perekrut enam CTKI asal Flotim saat diamankan kepolisian Makasar (Dokumen Garda BMI Flotim) 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Kasus dugaan human trafficking di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin marak.

Belum lama ini, seorang gadis asal Pulau Adonara, Katarina Kewa Tupen (21) diiming-imingi ke Singapura oleh perekrut, Ahmad Yani setelah tiba di Medan.

Kewa Sabon kemudian berhasil selamatkan pegiat kemanusiaan asal Medan dan jajaran kepolisian Resort Kota Besar Medan.

Baca juga: Pemuda Desa Aramaba Dirikan Rumah Belajar di Airmama Alor, NTT

 

Kali ini, ibu enam anak asal kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Katarina Kewa Kolin turut jadi korban sindikat PJTKI ilegal.

Ia bersama lima korban lainnya diberangkatkan melalui pelabuhan laut Maumere menggunakan KM Siguntang menuju Makasar, Senin 5 April 2022.

Mereka direkrut Vero Labina, seorang ibu muda di Kota Larantuka.

Kepada korbannya, Vero mengaku akan memperkerjakan mereka di Jakarta di sebuah yayasan Panti Jompo. Namun, dalam perjalanan ke Makasar, Vero malah tiba-tiba merubah negara tujuan mereka yaitu, Malaysia.

Mendengar itu, ibu Katarina itu pun langsung menangis dan menelepon anak-anaknya di Larantuka.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved