Paskah 2022

Tiga Tahun Prosesi Semana Santa Batal Digelar, Umat Katolik Mengaku Rindu Doa Depan Patung Tuan Ma

Belum lama ini, Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung mengeluarkan surat pembatalan prosesi Semana Santa April tahun 2022.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/AMAR OLA KEDA
KAPELA - Kapela Tuan Ma di Kelurahan Larantuka, Kota Larantuka, Rabu 13 April 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA- Tahun 2022 merupakan tahun ketiga pembatalan digelarnya prosesi Semana Santa Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Hal itu lantaran NTT masih dicovid-19 dilanda pandemi covid-19.

Belum lama ini, Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung mengeluarkan surat pembatalan prosesi Semana Santa April tahun 2022.

Pembatalan prosesi Semana Santa ini pun ditanggapi umat di kota yang terkenal dengan Kota Reinha ini. Umat mengaku sangat merindukan melihat langsung patung Tuan Ma.

Baca juga: Bupati Sikka Kecewa, Ruas Jalan Bistio-Nuaria Sudah Rusak Kembali, Minta Segera Diperbaiki

 

"Ini tahun ketiga tidak digelar. Kami sangat rindu berdoa langsung depan patung Tuan Ma. Harusnya devosi sejalan sama dengan liturgi. Kekhasan Larantuka itu saat paskah, bukan Natal. Di dunia ini, Semana Santa hanya ada di Kota Larantuka. Kami sangat-sangat merindukan," ungkap salah satu umat Katolik di Kelurahan Larantuka, Rabu 13 April 2022.

Ia mengatakan, Semana Santa merupakan kewenangan penuh raja Larantuka dan 13 suku yang tergabung dalam Suku Semana. Ia berharap, pada tahun 2023 mendatang, prosesi Semana Santa bisa digelar.

"Ribuan manusia bisa berkumpul saat Moto GP di Mandalika. Tapi umat melakukan tradisi sakral yang sudah ribuan tahun dilakukan, masih saja ada larangan," katanya.

Baca juga: Gubernur Papua Barat Sampaikan Turut Berduka Cita atas Korban Lakalantas yang Terjadi di Pegaf

Umat Katolik di Larantuka, kata dia, mempunyai kepercayaan, jika patung Tuan Ma tidak ditakhtakan, maka akan ada terjadi musibah seperti, banjir atau lainnya.

"Saat badai Seroja, lumpur sudah sampai di jalan tiga. Warga ketakutan dan lari ke kapela Tuan Ma. Tapi karena terkunci, warga mengamankan diri di keuskupan. Mujizat paling luar biasa itu saat banjir melanda Kota Larantuka tahun 1979. Saat itu semua listrik di Kota ini padam. Tapi listrik di Kapela Tuan Ma sendiri tetap nyala. Dahulu, lewat di kepela saja kami takut, sangat sakral. Semoga kerinduan kami berdoa depan Tuan Ma bisa terobati 2023 nanti," harapnya. (*)

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved