Berita Nagekeo

Dipercaya Tanah Pemali,Suku Kawa Bikin Ritual Terima Alat Berat di Waduk Lambo

Masyarakat adat Suku Kawa menggelar ritual adat menerima alat berat masuk di lokasi titik nol pembangunan Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo.

Editor: Egy Moa
DOK..FERDINANDUS DHOSA
Masyarakat Adat Kawa menggelar ritual adat menerima alat kerja milik PT Brantas Abypraya, Sabtu, 23 April 2022 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, MBAY-Persekutuan masyarakat adat Suku Kawa menggelar ritual adat menerima kedatangan alat kerja milik PT. Brantas Abypraya, Sabtu, 23 April 2022 di titik nol Waduk Lambo, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo,  Provinsi NTT.

Urbanus Papu, salah satu tokoh adat Kawa mengatakan ritual adat akan terus digelar disetiap tahapan pembangunan Waduk Lambo. Puncak ritual  terjadi pada saat peletakan batu pertama pembangunan Waduk Lambo.

" Iya, karena tanah ulayat Kawa yang saat ini dijadikan lokasi pembangunan waduk (Lambo) adalah tanah keramat, tanah pamali," ujar Urbanus.

Selain itu, ritual adat yang akan digelar juga merupakan bentuk dukungan masyarakat adat Suku Kawa terhadap pembangunan Waduk Lambo. Masyarakat adat Suku Kawa berharap, proyek pembangunan Waduk Lambo dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan dan gangguan pada alat dan tenaga kerjanya.

Baca juga: Kasus Pemuda Gagahi Anak Yatim di Nagekeo, Pelaku Terancam 9 Tahun Penjara

Persiapan pergelaran ritual adat sebelumnya telah dibahas dirumah milik Vinsensius Penga, salah satu tetua adat Kawa di Kampung Boamaso, Desa Labolewa, Kamis, 21 April 2022..

Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata bersama sejumlah anggota Kepolisian Resort Nagekeo turut dilibatkan dalam pembahasan rencana tersebut.

Dimas Kurniawan, Staf Operasi PT. Brantas Abypraya, Kamis, 21 April 2022 mengatakan alat kerja milik PT Brantas Abypraya yang akan digunakan dalam pekerjaan di titik nol Waduk Lambo yakni  unit kendaraan dump truck HDT, empat unit eksavator dan dua  unit mesin pengebor.

Terpisah, Tim dari Balai Wilayah Sungai II Nusa Tenggara bersama pejabat pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Waduk Lambo masih terus berupaya melakukan mediasi dan negosiasi terhadap Suku Ebudai, dari kesatuan masyarakat adat Labolewa.

Baca juga: Kasus Pemuda Gagahi Anak Yatim di Nagekeo, Kakak Pelaku Menangis, Sesali Perbuatan Adiknya

Kuburan leluhur mereka yang berada dilokasi genangan waduk menjadi alasan utama Suku Ebudai enggan bersikap terhadap pembangunan Waduk Lambo. Solusi yang paling dimungkinkan adalah dengan membangun tanggul tinggi di lokasi kuburan. Pembahasannya masih dilaksanakan hingga saat ini.

Berita Nagekeo lainnya
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved