Berita Maumere
Bayi Dugong Terdampar di Tepi Pantai Paga, Sikka
"Ini ikan yang sama saja, ikan yang luka itu, sudah sebulan ini datang ke pantai Anakalo dan selalu pada sore hari," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/bayi-Dugong-yang-terdampar-di-pantai-Anakalo.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Peristiwa terdamparnya bayi Dugong di Pantai Anakalo, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka sudah terjadi beberapa kali.
Menurut penuturan warga sekitar, terdamparnya bayi Dugong Sabtu 23 April 2022, malam merupakan kesekian kalinya.
"Sudah hampir sebulan ikan dugong terus datang ke pinggir pantai," tutur Alfred saat dihubungi TribunFlores.com via telepon Minggu 24 April 2022.
Baca juga: PAMI NTT Berbagi Kasih di Bulan Ramadhan
Menurut Alfred, Bayi Dugong selalu menepi di pinggir Pantai Anakalo adalah ikan yang sama, di tempat yang sama, dan pada waktu yang sama dengan sebelumnya.
"Ini ikan yang sama saja, ikan yang luka itu, sudah sebulan ini datang ke pantai Anakalo dan selalu pada sore hari," ungkapnya.
Alfred menjelaskan, menurut kepercayaan atau adat istiadat setempat diduga kejadian ini merupakan pertanda buruk bagi warga di Paga.
"Ini kalau begini terus, pertanda buruk sebenarnya, kalau menurut kepercayaan kami," ujarnya.
Mengupas kejadian masa lalu, Kata Alfred, dulu pernah ada ikan dugong yang setiap saat mengeluarkan bunyi (menangis) di pinggir pantai dan beberapa waktu kemudian ada bencana di daerah itu.
Baca juga: Kronologi Lakalantas di Sikka hingga 3 Orang Dilarikan ke RS TC Hillers Maumere
"Sekitar 15 tahun lalu, kejadiannya juga sama, ikan dugong menangis di pinggir pantai dan selang berapa saat beberapa rumah terbawa banjir," kata Alfred.
Sehingga, ia dan warga sekitar menduga ini sebagai pertanda bagi mereka untuk selalu berwaspada agar kejadian masa lalu itu tidak terulang lagi.
Adapun ikan dugong yang terdampar tersebut memiliki luka di tubuhnya, terkait penyebabnya saat ini belum diketahui dengan pasti.
Namun, menurut Alfred dan warga sekitar, kemungkinan luka tersebut disebakan oleh baling-baling perahu motor yang mengenai tubuh ikan itu. (Cr1).