Berita Manggarai Timur

Guru dan Siswa SMAK St.Peregrinus Laziosi Watumingan Bangga, Festival Keagamaan Katolik Sukses

Sementara itu, peserta lomba, Herlinda Sada, mengaku bangga dan senang bisa berparitisipasi dalam event tersebut.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/YON
PENUTUPAN - Kepala SMAK, Guru, Dewan Juri dan panitia pose bersama usai penutupan Festival Keagamaan Katolik di SMAK Watumingan, Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara, Manggarai Timur, Jumat 13 Mei 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Guru dan siswa Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) St.Peregrinus Laziosi Watumingan bangga karena festival keagamaan Katolik sukses.

Festival tersebut diadakan sejak Kamis 12 Mei 2022 hingga Jumat 13 Mei 2022 bertempat di SMAK Watumingan, Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Ketua panitia kegiatan, Apolonarius Abar, S.Fil menyebutkan SMAK St. Peregrinus Laziosi Watumingan sukses menyelenggarakan festival keagamaan Katolik tahun 2022.

Perlombaan selama dua hari penuh tentu saja menguras banyak energi tetapi kesuksesan dalam menjalankannya membuat seluruh peserta dan panitia merasa senang.

Baca juga: Adakan Apel Hardiknas, Guru dan Siswa SMA Negeri 3 Satar Mese Kenakan Tenun Ikat Manggarai

 

Penutupan festival keagamaan katolik dalam bentuk perlombaan Paduan Suara, Cerdas Cermat, Keagamaan Katolik, membaca Kitab Suci, bertutur Kitab Suci dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Manggarai, serta menyanyikan Mazmur diliputi rasa gembira dan sukacita oleh semua panitia, dewan juri dan terutama semua peserta lomba.

Apolonarius mengaku senang bisa menyukseskan kegiatan yang sangat bermanfaat dan penting ini.

“Saya sangat senang pelaksanaan festival keagamaan tingkat sekolah berjalan lancar dan sukses,”ujarnya.

Juri Lomba Festival SMAK Watumingan
Juri Lomba Festival SMAK Watumingan, Jumat 13 Mei 2022.

Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang dengan caranya sendiri telah ambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak Kepala Sekolah dan para guru yang telah mempercayakan saya sebagai ketua panitia festival. Kesuksesan ini bukan saja hasil kerja panitia tetapi hasil kerjasama semua pihak mulai para guru, siswa dan juga orangtua,”ujarnya.

Sementara itu, peserta lomba, Herlinda Sada, mengaku bangga dan senang bisa berparitisipasi dalam event tersebut.

Baca juga: Ratusan Ekor Sapi Asal NTT Tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

“Saya sangat bersyukur saya dipilih oleh bapa dan ibu guru sebagai salah satu peserta lomba kategori Lomba Bertutur Kitab Suci dalam Bahasa Indonesia,” ungkap Herlina Sada.

Herlin mengaku senang karena melalui lomba ini ia dapat mengasah kemampuannya dengan baik.

“Saya senang sekali karena lomba ini saya bisa mengasah kemampuan saya,”ujarnya.

Peserta lomba lainnya, Korniati Inda mengaku sangat antusias ikut dalam kegiatan itu. Korniati merupakan peserta lomba bertutur Kitab Suci.

Sementara itu Kepala SMAK Watumingan, Isfridus Syukur, S.Fil mengapresiasi kepada semua pihak mulai dari Panitia kegiatan, peserta, dewan Juri, yang telah bekerja keras, memberikan yang
terbaik dalam diri masing-masing menyukseskan kegiatan yang sangat berahmat ini.

Sejumlah Guru SMAK Pose Bersama di Watumingan
Sejumlah Guru SMAK Pose Bersama di Watumingan (TRIBUNFLORES.COM/HO-YON)

Ia juga menyammpaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Manggarai Timur yang telah membantu dalam menyukseskan kegiatan itu.

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah dengan caranya sendiri menyukseskan kegiatan yang sungguh berahmat ini. Terima kasih banyak kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur yang membantu kami dengan dana kagiatan. Juga kepada Yayasan Sukmatim Keuskupan Ruteng yang dengan penuh mendukung kegiatan ini. Profisiat kepada peserta yang meraih juara di setiap kategori. Jadilah peristiwa ini sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan talenta yang yang diberikan Tuhan kepada masing- masing kita,” ujar dia.

Sementara itu anggota dewas juri kegiatan itu, Fransiskus Turu, S.Fil mengaku bangga dan kagum terhadap peserta lomba yang sudah memberikan diri dan kemampuannya dengan maksimal juga kepada lembaga yang sudah mempercayakan dirinya menjadi salah satu dari dewan
juri kegiatan.

Baca juga: Perjuangan Nakes di Sikka, Bertaruh Nyawa Melewati Jalan Rusak Demi Pelayanan Kesehatan

“Saya bangga dengan para peserta lomba yang telah mengerahkan seluruh
kemampuannya dan memberikan terbaik dalam setiap mata lomba. Kalian hebat. Teruslah belajar dan belajar terus, tanpa henti. Kelak kalian akan menjadi insan Kristiani yang hebat. Saya berterima kasih kepada Kepala Sekolah dan seluruh panitia kegiatan yang telah mempercayakan saya dan teman-teman lain menjadi Juri dalam keiatan ini. Saya belajar banyak dari peristiwa berahmat ini. Ini akan menjadi bekal bagi saya di tempat saya mengabdi,"ujarnya.

Sementara itu, Benediktus Jak, S.Fil, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur saat menutup kegiatan terus menyampaikan apresiasi kepada SMAK Watumingan yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia mengaku bangga atas kesuksesan pelaksanaan festival tangka SMAK Watumingan.

Ia mengatakan berbicara tentang festival itu bukan satu kegiatan kecil atau sederhana. Festival itu selalu melibatkan banyak orang. Dan itu terlihat dalam seluruh rangkaian kegiatan di SMAK Watumingan.

"Judul kegiatan festival keagmaan Katolik,tapi dalam seluruh proses pelaksanaannya tidak hanya mata lomba bidang keagamaan Katolik yang dijalankan. Tetapi kegiatan ini juga dirangkai dengan kegiatan budaya Manggarai seperti penerimaan tamu secara adat Manggarai, ada Ronda dan Danding oleh Peserta Didik, bahkan ada mbata pada malam hari oleh kelompok sanggar masyarakat setempat. Ini luar biasa. Karena itu mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur, saya ucapkan profisiat kepada Kepala SMAK dan semua guru yang telah bekerja semaksimal mungkin
menyukseskan kegiatan ini," ungkap Benediktus.

Ia menyatakan kegiatan ini dalam rangka membina karakter siswa dan guru.

Baca juga: Sosialiasi Dana BOP Di Matim Cegah Penyimpangan Pengelolaan

“Pembinaan karakter siswa dan guru sesungguhnya tidak terjadi pada puncak kegiatan, tetapi sudah terjadi sejak bapa-ibu menyiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Benediktus. Sekali lagi profisiat dan kami bangga dengan kesuksesan ini. Terus menyiapkan diri dengan baik untuk kegiatan tahap selanjutnya di jenjang yang lebih besar yaitu tingkat Regio,"ujarnya.

Gelar Festival

Sebelumnya, Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Peregrinus Laziosi Watumingan mengadakan festival keagamaan Katolik.

Festival ini digelar sejak Kamis hingga Jumat 13 Mei 2022 bertempat di SMAK Watuminga, Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur, Anselmus Panggabean, S.Ag.

Sejumlah Juri di SEMAK Watumingan, Mokel Morid, Kota Komba Utara, Manggarai Timur.
Sejumlah Juri di SEMAK Watumingan, Mokel Morid, Kota Komba Utara, Manggarai Timur. (TRIBUNFLORES.COM/HO-YON)


Anselmus Panggabean, S.Ag, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan penerimaan dirinya dan rombongan yang diterima secara budaya khas Manggarai.

Ia sangat menghargai budaya karena bagi Ansel orang yang menghargai budaya sama artinya menghargai dirinya sendiri.

“Menghargai budaya berarti senantiasa menjaga harkat dan martabat pribadi, lingkungan, dan kelompok,”ujar dia.


Ia menegaskan pewarisan budaya tidak terjadi di dalam ruang belajar (teori), tetapi terjadi di ruang praktek.

Karena itu, kegiatan-kegiatan budaya harus terus dilaksanakan sehingga generasi muda bisa melihat, mendengar dan pada akhirnya mempraktekkannya.

Baca juga: Bupati Ngada dan Romo Vikep Bajawa Resmikan Kapela Paulus Zaa

Ia mengaku SMAK mjenjadi perhatian khusus dari kementerian agama karena izin operasionalnya diberikan oleh Dirjen Bimas Katolik.

Sementara itu Ketua Cabang Yayasan Sukmatim Keuskupan Ruteng, Rm. Wilhelmus Riyadi Findoro, Pr menyampaikan apresiasinya terkait pelaksanaan festival keagamaan SMAK itu.

Pastor yang akrab disapa Romo Wily ini mengaku kegiatan festival sebagai bentuk dari kegiatan peningkatan mutu Pendidikan.

“Kegiatan seperti ini bagi kami di Yayasan merupakan kegiatan yang sungguh-sungguh membanggakan,”ujar Rm. Willy.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah melalui Ditjen Bimas Katolik yang senantiasa memperhatikan perkembangan SMAK.

“Pada kesempatan yang berahmat ini, kami mau menyampaikan terima kasih banyak kepada Kementerian Agama teristimewa Ditjen Bimas Katolik dari tingkat daerah sampai pusat yang secara khusus memperhatikan nilai-nilai dan kurikulum yang berlaku di lembaga Pendidikan ini yang kiranya dapat menghantar peserta didik untuk menjadi orang-orang yang beriman dan berakhlak mulia,” ungkap dia.

Rm. Willy mengatakan kegiatan ini merupakan sebuah feed back terhadap semua proses yang telah dilalui selama ini.

“Kegiatan ini merupakan cerminan untuk melihat dan menakar seperti apa proses yang sudah kita lalui selama ini. Apakah proses sudah berjalan dengan baik? Karena bagaimana pun hasil tidak pernah mengkhianati proses,” ujarnya.

Ia mengatakan yayasan tentu saja akan terus mendukung setiap kegiatan SMAK yang mengarah kepada peningkatan mutu pendidikan.

”Kami sebagai pengurus yayasan akan terus mendukung setiap kegiatan perbaikan dan peningkatan mutu SMAK,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAK Santo Peregrinus Laziosi Watumingan, Isfridus Syukur, S.Fil mengatakan kegiatan festival keagamaan Katolik tingkat SMAK Santo Peregrinus Laziosi Watumingan dalam bentuk perlombaan paduan suara, cerdas cermat keagamaan Katolik, membaca Kitab Suci, bertutur Kitab Suci dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Manggarai serta menyanyikan mazmur.

Pria yang akrab disapa Is ini mengaku ini merupakan jawaban lembaga terhadap program penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal dan Peraturan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 097/D/HK/2019 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal.

Baca juga: Gunakan Kartu JKN-KIS, Biaya Persalinan Sesar di RSUD Bajawa Semuanya Gratis

Ia menyampaikan tema festival ini adalah melalui festival keagamaan Katolik kita tingkatkan kualitas pendidikan SMAK.

Kata dia, tema ini sengaja disodorkan kepada panitia festival dengan alasan:

Pertama, festival ini merupakan kesempatan bagi para peserta didik untuk mengasah kemampuan akademik dan keterampilannya dalam bidang keagamaan Katolik.

FESTIVAL - Kepala SMAK dan tamu undangan pose bersama usai acara pembukaan festival keagamaan Katolik di SMAK Watumingan, Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis 12 Mei 2022.
FESTIVAL - Kepala SMAK dan tamu undangan pose bersama usai acara pembukaan festival keagamaan Katolik di SMAK Watumingan, Desa Mokel Morid, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis 12 Mei 2022. (TRIBUNFLORES.COM/HO-YON)


Kedua, festival ini merupakan momen istimewa untuk menakar sejauh mana kerja dan kinerja stake holder pendidikan SMAK terutama para pendidik dalam menanamkan ilmu dan keterampilan keagamaan Katolik kepada generasi muda Katolik.

Ketiga, festival keagamaan Katolik ini harus pada akhirnya menjadi momen untuk melakukan refleksi, melihat kembali perjalanan pengelolaan dan penyelenggaraan Pendidikan SMAK.

Ia menegaskan apa pun yang dihasilkan dari kegiatan berahmat ini harus dijadikan bekal yang berharga dalam merumuskan kebijakan dan strategi penyelenggaraan Pendidikan yang lebih baik demi terwujudnya Pendidikan SMAK yang berkualitas dan berdaya saing.

Keempat, festival ini harus menjadi kesempatan untuk terus kita hadir sebagai saudara dan sahabat bagi semua orang serta menjadi berkat bagi sesama.

Ia mengharapkan agar festival ini dimanfaatkan sungguh oleh peserta lomba sebagai kesempatan untuk mengerahkan seluruh kemampuan yang ada demi pengembangan diri sendiri dan juga untuk sesama.

Sejumlah Juri di SEMAK Watumingan, Mokel Morid, Kota Komba Utara, Manggarai Timur.

Kegiatan pembukaan festival dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur, Anselmus Panggabean, S.Ag, Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Pelipus Asol, SH, Pengawas Pendidikan Katolik Benediktus Jak, S.Fil dan juga Ketua Cabang Yayasan Sukmatim Keuskupan Ruteng, Rm. Wilhelmus Riyadi Findoro, Pr, para tokoh Pendiri SMAK, para kepala Sekolah dari lembaga Pendidikan terdekat, para dewan juri dan tamu undangan lainnya. (kgg).

Berita Manggarai Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved