Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini, Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu     

Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER FREDY
Pater Fredy Jehadin,SVD dari Novisiat SVD, Kuwu, Manggarai, Ruteng, Flores NTT. 

Oleh: Pater Fredy Jehadin, SVD

TRIBUNFLORES.COM - Simak renungan Katolik hari ini, Selasa 17 Mei 2022

BACAAN PERTAMA Kisah Para Rasul 14: 19 - 28

 Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka.

Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Kasih dan Sabda Tuhan adalah Satu Kesatuan yang Tidak Bisa Dipisahkan

 

Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.

Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.

Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Saling Mengasihi

Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.

Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.

Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah

INJIL YOHANES 14: 27 - 31a

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada BapaKu, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diriKu. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepadaKu.

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Jadilah Jalan Kebenaran dan Hidup Bagi Sesama


   
SIRAMAN ROHANI

Tema:  Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu!                                                                                               

Yohanes 14:27- 31a
 
Saudara-saudari

Pernahkah anda mengalami rasa damai dalam hati walaupun anda ditantang? Dan sesudah anda keluar dari tantangan itu, apakah anda masih berani menjalankan pekerjaan, yang menurut anda bahwa pekerjaan itu adalah perintah Tuhan?

Dalam bacaan pertama hari ini, yang diambil  Kisah Para Rasul: 14:19-28, kita mendengar bagaimana Paulus dan Barnabas ditantang oleh orang Yahudi di Listra. Mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya keluar kota.

Orang menyangka, dia sudah mati, karena itu mereka tinggalkan dia di sana. Kemudian para murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah dia lalu masuk ke kota. Keesokannya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe mewartakan Injil lalu kembali lagi ke Listra. Paulus sama sekali tidak merasa takut.

Dia mengalami rasa damai dalam hatinya. Dia tetap fokus pada pekerjaannya yaitu mewartakan Injil Tuhan. Paulus sanggup menjalakan semuanya ini karena ia sudah mendapat kekuatan dari Tuhan. Hati dan pikirannya sudah dipenuhi dengan rasa damai. Damai sejahtera itu sudah tinggal di dalam hati dan pikiran Paulus. Apapun bentunya tantangan dari luar, ia tetap sanggup menghadapi semuanya dengan tenang. Dia tidak lari.


Saudara-saudari...Pada malam perpisahan, Yesus memberi amanat kepada para murid-muridNya. Katanya: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagi mu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepada-Mu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.”  Apa itu damai sejahtera? Apakah itu berarti keadaan tanpa perang dan kebencian? Damai sejahtera yang diberikan Yesus adalah satu kekuatan dari dalam, yang dimiliki oleh mereka yang menyatu dengan Tuhan secara rohani.

Karena kekuatan dari dalam itu maka apa pun bentuk tantangan dari luar, mereka akan tetap menghadapinya dengan tenang dan mereka tidak akan melawannya, sebaliknya mereka akan tetap menyuarahkan kebenaran.

Kita ingat St. Stefanus. Walaupun dirajam dengan batu, ia tetap memuji Tuhan dan mewartakan Kristus. Demikian pun St. Paulus, yang kisahnya kita dengar hari ini. Ia diseret sampai orang mengira sudah mati, tetapi besoknya ia tetap melanjutkan tugas pewartaannya.

Itulah kekuatan damai sejahtera yang diberikan Kristus. Menurut manusia biasa, siksaan yang luar biasa itu sesungguhnya sudah menghancurkan rasa damai dalam hati, tetapi bagi mereka yang sudah menerima damai sejahtera dari Kristus, yang selalu menyatu dengan Tuhan, apapun tantangan fisik yang dihadapi tidak akan mengganggu keadaan bathinnya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga sudah mengalami damai sejahtera?  Kalau kita sudah mengalaminya, terpuji Tuhan! Tetapi kalau kita belum mengalaminya, maka marilah kita memohon kepada Kristus agar Ia memberi kita damai sejahtera itu ke dalam hati dan pikiran kita.

Kita juga memohon Bunda Maria, yang sudah mengalami damai sejahtera seumur hidupnya, untuk mendoakan kita, sehingga kita pun selalu sabar dan tetap merasa aman dan damai dalam hati walaupun kita ditantang. Amen!  

Renungan Katolik lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved